Home » Berita » Dermaga Pelabuhan TAA Molor

Dermaga Pelabuhan TAA Molor

Pelabuhan Tanjung Api-Api

Pelabuhan Tanjung Api-Api

PALEMBANG – Proyek pembangunan fasilitas darat pelabuhan penyeberangan dan pelabuhan laut Tanjung Api-Api ternyata tidak dapat diselesaikan tepat waktu yakni 3 November 2010 lalu. Kontraktor Pelaksana yakni, PT Karyatama Seviera masih diberikan tambahan waktu hingga akhir masa akhir penggunaan anggaran 2010.

Iskandar Syamwell, Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, Kamis (4/11) mengatakan kontaraktor dalam hal ini PT Karyatama Seviera, dibuatkan adendum perpanjangan waktu 15 Desember hingga akhir tahun ini

Iskandar mengakui, hal tersebut sudah ditanyakan pihaknya dengan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Sumsel, Sarimuda MT. Namun, alasan belum selesainya pembangunan tersebut terkendala oleh jalan menuju ke lokasi pembangunan yang masih berupa tanah merah hasil timbunan. Bahkan, karena tak bisa lewat jalan tersebut, kontraktor menggunakan jalan laut untuk pengiriman material.

”Saat ini, di tingkat Komisi DPRD Sumsel masih membahas tentang APBD 2011 dengan SKPD di lingkungan Pemprov Sumsel, sehingga Komisi IV belum melakukan tinjauan ke lapangan kembali. Setelah Senin (8/11) imendatang, kita akan langsung menyikapinya dengan SKPD terkait sambil membahas APBD 2011 dan akan meninjau ke lapangan lagi,” kata Iskandar.

Pihaknya sendiri akan terus mendorong agar pelabuhan yang rencananya akan menggantikan Pelabuhan 35 Ilir Palembang tersebut, bisa terealisasi. Nah, bila tidak terselesaikan hingga akhir anggaran, maka akan diberikan penalti.

“Nanti akan ada sanksi pada kontraktor dan blacklist bila di akhir anggaran belum juga selesai,” cetusnya.

Diberitakan sebelumnya, Komisi IV DPRD Sumsel melakukan tinjauan ke pelabuhan tersebut pada 1 Oktober lalu. Saat dilakukan tinjauan, Komisi IV merasa tak yakin pembangunan pelabuhan tersebut akan selesai pada 3 November atau sesuai dengan batas waktu yang diberikan.

Saat tinjauan itu pula, pihaknya meminta pada kontraktor agar menghentikan pekerjaan karena balok lantai yang tidak bertumpu pada tiang pancang, sehingga tidak simetris atau segaris dengan tiang lainnya. Hal tersebut bisa berakibat pada bahayanya konstruksi karena akan digunakan untuk kendaraan-kendaraan tonase tinggi.

Sebelumnya, Yudha Rinaldi, Anggota Komisi IV DPRD Sumsel menyebutkan, pengadaan tiang pancang dilakukan pada 2009. Sedangkan, pemasangan tiang pancang pada 2010.

“Anggaran di 2010 ini Rp19,07 M. Kontrak dimulai 4 Maret 2010 dan berakhir pada 3 November, namun harus selesai secara keseluruhan,” kata Yudha.

Iwam, Kontraktor Pelaksana PT Karyatama Seviera sebelumnya mengatakan, pekerjaan yang telah dilakukan sudah mencapai 80 persen. Dan saat itu hanya tinggal finishing. Namun, dalam kenyataannya angka 20 persen sisa tersebut belum terselesaikan dalam jangka waktu hanya sebulan sejak 1 Oktober lalu.

“Kita hanya tinggal finishing saja dan kita berusaha semaksimal mungkin mengerjakannya dengan melakukan penambahan tenaga kerja dan ekstra time,” ujar Iwan beberapa waktu lalu. (Morino)

Beri komentar