Home » Berita » Pembangunan RS Siloam Jangan Dipolitisir

Pembangunan RS Siloam Jangan Dipolitisir

PALEMBANG – DPRD Sumsel menilai pembangunan Rumah Sakit Siloam merupakan langkah positif yang diambil Pemprov Sumsel. Pasalnya, Sumsel masih sangat kekurangan fasilitas rumah sakit dengan melihat jumlah penduduk yang mencapai 7,5 juta jiwa.

Dikatakan Wakil Ketua DPRD Sumsel A Djauhari, di gedung DPRD Sumsel, hendaknya pembangunan di RS Siloam jangan dipolitisir mengarah ke sara. Pasalnya, Sumsel bukan berdiri di atas negara Islam, tetapi negara Pancasila.

“Saya melihat kecenderungan pembangunan rumah sakit ini dipolitisir, sehingga khawatir nantinya justru menjadi sara nantinya,” kata Djauhari.

Sebab itu, kata dia, rencana pembangunan rumah sakit tersebut agar dilihat dari sisi positifnya, bahwa dengan berdirinya Siloam maka akan bertambah akses kesehatan di Sumsel.

Dijelaskan Djauhari, bahwa pembangunan Siloam memang jelas untuk menambah fasilitas kesehatan, yang didalamnya terdapat dokter dan peralatan canggih. Bahkan khabarnya RS Siloam ini bakal menjadi rumah sakit internasional, yang tentunya akan melayani masyarakat secara profesional.

Menurut Djauhari, sampai saat ini Sumsel masih sangat kekurangan rumah sakit. Terutama untuk kelas III, jumlah kamar di rumah sakit yang sudah ada masih belum bisa mengakomodir kebutuhan kesehatan masyarakat. Walaupun Siloam nantinya akan menjadi rumah sakit internasional, tetapi ada ketentuan 25 persen dari jumlah tempat tidur yang ada di rumah sakit harus terdiri dari kelas III.

Sebab itu, kata Djauhari, rencana pembangunan Siloam itu hendaknya diiringi dengan komunikasi yang baik dari pihak eksekutif sehingga tidak menimbulkan sara nantinya.

“Hendaknya gubernur menjelaskan kepada masyarakat tentang rencana pembangunan rumah sakit itu secara jelas. Dan melakukan pemaparan di dewan juga,” tukasnya.

Djauhari mengatakan, berdirinya RS Siloam juga bisa mencegah masyarakat di Sumsel untuk berobat ke luar negeri. Tidak dipungkiri, banyak masyarakat di Sumsel berobat ke luar negeri karena ingin mendapatkan fasilitas di rumah sakit yang bagus.

“Saya sangat berharap, masyarakat muslim di Sumsel jangan terpancing masuk ke persaingan sara. Pasalnya, orang Sumsel itu penuh dengan toleransi, sepanjang rumah sakit itu menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik,” ujarnya.

Dia juga meyakinkan, bahwa sebagai orang yang pernah berkecimpung di bidang kesehatan sangat mengenal betul bahwa suatu rumah sakit pasti akan melayani pasien sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Dia juga mencontohkan, bahwa RS Charitas yang sudah jauh lebih dulu berdiri juga telah melaksanakan tugas dan fungsi kesehatan dengan baik. (Morino)

Satu komentar untuk “Pembangunan RS Siloam Jangan Dipolitisir”

  1. vika

    setuju pak Jau

Beri komentar