Home » Berita » Pemkot Minta Nama Rumah Sakit Siloam diganti

Pemkot Minta Nama Rumah Sakit Siloam diganti

Palembang – Pro kontra pembangunan rumah sakit Siloam yang rencananya akan dibangun di kawasan eks lapangan parkir Bumi Sriwijaya. Memasuki tahapan baru. Pemerintah kota Palembang akhirnya memenuhi tuntutan ormas-ormas islam di Palembang. Pemkot sepakat tidak akan mengeluarkan izin untuk mendirikan rumah sakit atas nama rumah sakit Siloam, kecuali mereka mengganti nama lain.

Wakil Walikota Palembang Romi Herton menyatakan piaknya tidak akan mengeluarkan izin pendirian rumah sakit Siloam jika menggunakan nama yang rumah sakit tersebut. Kalaupun masih ingin membangun rumah sakit, secara prinsip tidak masalah, namun sebaiknya diganti dengan nama rumah sakit yang lain atau karena dibangun di tanah milik pemprov rumah sakit tersebut dapat dihibahkan menjadi rumah sakit daerah.

Dia menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah rapat antara pihak pemprov Sumsel dengan ormas-ormas Islam, pihaknya hanya berperan sebagai mediator. Pasalnya tanah yang akan didirikan rumah sakit tersebut merupakan aset pemprov sumsel. Namun karena pembangunannya di Palembang, maka Pemkot Palembang merasa perlu ikut memfasilitasi mediasi.

Semantara itu, Walikota Palembang Eddy Santana Putra juga telah melakukan pendekatan dengan pemilik rumah sakit tersebut dari group Lippo terkait masalah nama rumah sakit siloam tersebut. Menurutnya mereka dapat memaklumi masalah nama dan kemungkinan besar mereka akan menganti nama rumah sakit tersebut. ( Hazmin)

2 komentar untuk “Pemkot Minta Nama Rumah Sakit Siloam diganti”

  1. vika

    Sara lagi. memang mengapa kalau pakai nama siloam? bukanya di palembang juga ada rumah sakit non muslim? koq pikirannya sempit amat seeh

  2. rudi

    thats like…. Lihat itu rs umum… apa fasilitasnya memadai, apa pernah mereka menangani pasien dengan maksimal, yg ada pasien malah luntang lantung… sampe akhirnya meninggal… Ini fakta loh….. Jngn lihat dari nama, tp lihat dr kegunaan kedepannya…. Biar tmbah canggih palembang…. dasar indonesia terlalu Semuanya dipermasalahkan…. agama pilihan bukan paksaan dan bukan ikut mengikut ingat tuh….

Beri komentar