Home » Berita » Tunggakan Pajak Kendaraan Di Sumsel Capai 11 Persen

Tunggakan Pajak Kendaraan Di Sumsel Capai 11 Persen

PALEMBANG – Akibat masih tingginya tunggakan pajak kendaraan bermotor di Sumsel, pemerintah provinsi Sumsel melalui Dinas Pendapatan Daerah setempat sejak pertengahan bulan April lalu melakukan program pemutihan pembayaran pajak kendaraan.

Anggota Komisi III DPRD Sumatera Selatan, Agus Sutikno di gedung DPRD Sumsel mengatakan tunggakan pajak kendaraan bermotor di Sumsel cukup tinggi yakni mencapai 11-13 persen, tunggakan tersebut merupakan unggakan baik roda dua dan roda empat.

Ditambahkan Agus, pemutihan pajak kendaraan bermotor itu agar dapat dinikmati oleh masyarakat. Keringanan yang diberikan bagi yang telah menunggak dua, tiga, empat tahun, dimana hanya membayar pajak baru saja.

’Melalui program ini pula akan diketahui data yang baru mengenai kendaraan bermotor itu”. terangnya.

Mengenai realisasi program pemutihan yang telah dimulai pada akhir April 2011 lalu, Agus menjelaskan, belum ada laporan, kemungkinan baru pada akhir Mei 2011 nanti.

Menurut Agus, berdasarkan pengalaman program pemutihan kendaraan bermotor yang telah dilakukan sekitar tiga kali di Sumsel dan terakhir tahun 2008 pendapatan diperoleh signifikan.

”Program pemutihan yang dilaksanakan pada tahun 2011 ini jika terealisasi bisa mencapai sekitar Rp13 miliaran,” ujarnya.

Agus Sutikno menyambut baik dengan adanya rencana mobil keliling untuk melayani wajib pajak di daerah tertentu guna memberikan kemudahan dalam membayar pajak kendaraan bermotor.

Agus melanjutkan, di Kota Palembang sendiri juga telah dibuka kantor samsat pembantu di Kawasan Jakabaring, mengingat kantor yang ada di Jalan POM IX sudah padat.

“Nanti setelah tiga bulan sampai enam bulan kita lihat bagaimana kondisi di kantor samsat pembantu tersebut,” kata politisi Partai Persatuan Pembangun itu.

Agus menyatakan di Sumsel sendiri untuk pajak kendaraan bermotor ini masih merupakan primadona dalam meningkatkan pendapatan asli daerah.

”Pendapatan dari pajak kendaraan bermotor ini pada tahun 2011 ini direncanakan sekitar Rp1,3 triliun, sedangkan tahun 2010 lalu sebesar Rp1,2 triliun.” terang Agus. (Morino)

Beri komentar