Home » Berita » Monorel Pertama Akan Dibangun Di Makasar

Monorel Pertama Akan Dibangun Di Makasar

Makassar – Slogan lebih cepat lebih baik tampaknya tetap diterapkan oleh Jusuf Kalla walaupun tidak menjabat sebagai Presiden ataupun Wakil Presiden.  Kalla Group (Jusuf Kalla) akan membangun proyek monorel di Makassar yang sejatinya akan menjadi proyek monorel pertama buatan anak negeri. Gerbong kereta dan sistem yang nanti akan digunakan merupakan rakitan PT Bukaka Teknik Utama, anak perusahaan PT Hadji Kalla.

Sementara, konstruksinya juga akan dikerjakan oleh PT Bumi Karsa yang masih bagian Kalla Group. Seluruh tenaga kerja juga akan diserap dari tenaga kerja asli Indonesia.

“Masak sudah 60 tahun merdeka, membuat monorel saja tidak mampu, ini harus kita bangun tanpa ada satu pun pihak asing yang terlibat, lihat Bandara Makassar tidak ada satu pun pihak asing yang terlibat,” kata JK saat melakukan penandatanganan MoU dengan Walikota Makassar, Bupati Maros dan Bupati Gowa di rumah jabatan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Jl Jenderal Sudirman, Makassar, Senin (25/7/2011).

JK menambahkan, ia lebih mengutamakan kampung halamannya karena setiap ia berkunjung ke Makassar ia merasakan sumpeknya jalanan di Makassar. Setelah Makassar, ia berencana membangun di kota-kota lainnya, seperti Surabaya dan Bandung.

“Ide awal monorel ini sekitar dua bulan yang lalu, waktu itu saya ajak gubernur Sulsel dan walikota Makassar untuk berkeliling kota tanpa pengawalan. Yang kami rasakan memang luar biasa macetnya, jarak 14 km saja kita harus tempuh selama 1,5 jam,” jelas Ketua Umum PMI ini.

Sementara menurut Solihin Kalla, yang juga putra JK, gerbong yang akan dibuat oleh PT Bukaka Teknik Utama mampu menampung sebanyak 276 penumpang di waktu normalnya dan 329 penumpang di waktu padatnya.

“Dari sistem, monorel di Makassar hampir sama dengan yang ada di Kuala Lumpur, tapi kita mungkin lebih advance dari mereka,” tutur Solihin.

Sementara pembiayaan proyek monorel sepanjang 30 kilometer ini akan menelan total biaya sekitar Rp 4 triliun dari Kalla Group. Meski demikian, lanjut Solihin, pihaknya masih terbuka bagi kalangan perbankan yang mau terlibat dalam proyek ini.

Hal ini bakal berbanding terbalik dengan kondisi proyek monorel  Di Jakarta.  Pembangunan monorel yang sempat berjalan saat ini terbengkalai, bahkan tiang-tiang yang akan diperuntukan monorel justru merusak pemandangan ibukota. Sampai saat ini pihak Pemprov DKI Jakarta belum memastikan kelanjutan tentang proyek monorel yang terbengkali tersebut. (Detik/Trijaya)

Beri komentar