Home » Berita » Kuota Siswa Baru Sekolah Negeri Tak Jelas, Swasta Dirugikan

Kuota Siswa Baru Sekolah Negeri Tak Jelas, Swasta Dirugikan

PALEMBANG – Tidak jelasnya kuota penerimaan siswa baru setiap tahun ajaran baru dimulai, dikeluhkah oleh sekolah-sekolah swasta di Sumsel.

Hal ini terungkap saat silaturahmi Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS), dengan Komisi V DPRD Sumsel di gedung DPRD Sumsel.

Ketua BMPS Sumsel, Idham Khalid, mengatakan pemerintah juga dimintanya menjaga eksistensi sekolah swasta, dicontohkan dia misalnya saat penerimaan siswa baru (PSB).

Ditambahkannya, banyak sekolah negeri terutama di daerah yang menerima siswa baru melebihi kuota akibatnya jumlah siswa baru di sekolah swasta terus berkurang tiap tahunnya.

“Jujur saja, sekolah swasta tidak bisa bersaing dengan sekolah negeri. Jika sekolah negeri menarik sumbangan, wali siswa masih mau membayarnya sedangkan jika sekolah swasta yang menarik maka banyak wali siswa yang protes,” keluhnya.

Menurut Idham, kalau sekolah negeri terus menambah kuota siswa barunya tiap tahun maka bisa dipastikan masyarakat akan lebih memilih memasukkan anaknya ke sekolah negeri dibanding sekolah swasta.

“Kami meminta, ada kebijakan dari pemerintah daerah untuk membatasi kuota siswa baru di sekolah negeri dengan tujuan untuk menjaga eksistensi sekolah swasta.” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumsel, Ade Karyana menjelaskan persoalan untuk eksistensi sekolah swasta sebenarnya kebijakan yang dibuat pemerintah sudah tegas. Misalnya pada PSB, sekolah-sekolah negeri dibatasi untuk menerima siswa baru sesuai dengan kapasitas dan daya tampung di sekolah tersebut.

“Tetapi PSB itu, adalah kebijakan dari Disdik kabupaten dan kota. Walaupun sudah ada aturan dalam PSB, namun masih banyak sekolah negeri yang mensiasatinya dengan menambah ruang kelas, atau menambah waktu ke kelas siang atau sore,” imbuhnya. (Morino)

Beri komentar