Home » Berita » PD Grafika Meru Milik Pemprov Sumsel Pailit

PD Grafika Meru Milik Pemprov Sumsel Pailit


PALEMBANG – PD Grafika Meru sebagai salah satu BUMD milik pemerintah prov. Sumsel dipastikan pailit dan tidak bisa lanjutkan. Untuk itu pihak eksekutif mengajukan perda pembubaran perusahaan yang tergolong sakit ini. Kedepan rencananya asset PD Grafika Meru akan diserahkan ke PD Prodexim sebagai penyertaan modal Pemprov Sumsel. Hal ini terungkap dalam rapat Program Legislasi Daerah (PROLEGDA).

Ketua Badan Legislasi DPRD Sumsel, Ahmad Yani mengatakan kalau untuk pembubaran PD Grafika Meru ini, naskah pembubarannya perlu disiapkan.

“Paling tidak langkah setelah pencabutan asetnya mau kemana. Kalau umpamanya diserahkan ke Prodeksim asetnya bagaimana dan bagaimana asset lainnya apakah bisa di lelang,”katanya.

Sebelumnya kepada wartawan beberapa waktu lalu Direktur PD Prodexim Muchlis Diponegoro mengatakan, PAD pada tahun 2010 perusahaan itu Rp10 juta. Menurut dia, pada 2011 ini target PAD sesuai yang disampaikan, yakni sekitar Rp25 juta– Rp30 juta.

“Kami berupaya memberikan kontribusi bagi daerah,”ujarnya.

Menurutnya, bidang usaha perusahaan daerah yang dilakoninya itu bisa terkait trading batu bara, transportir pupuk, semen, bidang perumahan yang nantinya ada rencana untuk wisma asrama haji lama sebagai gedung perkantoran.

“Untuk wisma asrama haji itu akan dibangun gedung perkantoran bekerja sama dengan pihak ketiga,”imbuhnya.

Muchlis menuturkan, nilai investasi untuk membangun gedung perkantoran itu sekitar Rp140 miliar.
Bahkan, Muchlis sangat mendukung jika aset milik Grafika Meru bisa dialihkan ke Prodexim.

“Kami siap jika memang nantinya aset (Grafika Meru) itu diserahkan ke Prodexim. Memang banyak aset PD Grafika Meru itu seperti tanah di Sekojo dan lainnya yang diperkirakan nilainya di atas Rp10 miliar,”katanya. (Morino)

2 komentar untuk “PD Grafika Meru Milik Pemprov Sumsel Pailit”

  1. membaca artikel diatas, sepertinya hanya masalah SDM yang kurang memadai. Kami bisa menjalankan PD. Grafika Meru itu berdasar pengalaman kami di bidang Grafika yang kami jalani di Yogyakarta.

  2. jaini

    gimana dengan karyaman grafika meru yang lama,ada psangon or tidak.

Beri komentar