Home » Berita » Pembahasan sengketa lahan di DPRD Sumsel batal

Pembahasan sengketa lahan di DPRD Sumsel batal

PALEMBANG – DPRD Sumsel merasa kecewa, pasalnya rapat pembahasan mengenai sengketa lahan yang dijadwalkan pada Selasa (17/1) hari ini batal dilaksanakan, sebab pihak terkait yang telah diundang tidak bisa hadir.

Wilayah Transmigrasi Rambutan

Anggota Komisi I DPRD Sumsel, H Slamet Soemosentono mengungkapkan pihaknya merasa kecewa, karena pihak instansi yang diundang tidak hadir pada rapat pembahasan mengenai sengketa lahan dijadwalkan pada hari ini.

Dikatakannya, pihak yang diundang yakni Biro Pemerintahan, Badan Pertanahan Nasional, Dinas Perkebunan dan Dinas Kehutanan.

“Alasan mereka tidak menghadiri rapat, karena diundang ke Jakarta, padahal pimpinan dan anggota komisi I DPRD Sumsel sudah siap melaksanakan rapat tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, kalau untuk biro pemerintahan sebetulnya mereka sejak kemaren sudah bicara yang akan hadir Asisten I Pemprov Sumsel, tetapi ternyata asisten I juga tidak hadir, karena ke Jakarta.

Menurut Slamet, Komisi I DPRD Sumsel pada hari ini ada jadwal mengundang pihak terkait mengenai sengketa lahan di daerah itu.

“Kita cermati masalah sengketa lahan semakin hari kian banyak, sementara yang dikorbankan orang-orang lemah, karena itu wakil rakyat di DPRD Sumsel mengundang mereka untuk rapat,” ujar dia.

Slamet menuturkan, permasalahan akan ditanyakan pada rapat itu mengenai lahan-lahan terlantar, sengketa lahan yang belum terselesaikan.

“Semua itu yang akan kita pertanyakan, karena mereka mempunyai kebijakan,” kata Slamet.

Ia menegaskan, kalau mereka akan menjadwalkan kembali rapat mengenai hal itu, karena masalah pertanahan tidak akan selesai oleh satu instansi saja, tetapi harus melibatkan seluruh komponen terkait sehingga masyarakat mendapat hak perlindungan.

“Semestinya mereka itu menghargai dengan menghadiri rapat dahulu atau kalau tidak ada surat mandat. Sebagian memang ada yang mengirim surat, semestinya saling menghormati, menghargai dan asah asuh, karena itu dewan merasa kecewa dengan batalnya rapat tersebut,” pukas Slamet. (Morino)

Beri komentar