Home » Berita » Tenaga Outsourcing Bank Sumsel Harus Dihapuskan

Tenaga Outsourcing Bank Sumsel Harus Dihapuskan

PALEMBANG – DPRD Sumsel mendesak kepada manajemen Bank Sumselbabel agar segera mengangkat ratusan tenaga outsorsingnya untuk menjadi karyawan tetap berdasarkan larangan outsorsing yang diputuskan oleh pihak Mahkamah Konstitusi ( MK) beberapa waktu lalu.

Sekretaris Komisi V DPRD Sumsel, Edwar Jaya mengatakan berdasarkan catatan pihaknya ada 631 tenaga outsorsing di Bank Sumselbabel dan segera diangkat menjadi karyawan tetap.

“Bukan masalah pengangkatan tenaga outsorsing, tapi kita juga meminta dalam rapat paripurna nanti kalau harus pemeriksaan asset bank Sumselbabel dan kepada karyawan yang terindikasi KKN untuk dikeluarkan dari bank Sumselbabel ,”katanya.

Ditambahkannya, selain itu penyegaran jajaran Direksi Bank Sumselbabel termasuk Dirut harus dilakukan. Dan dari beberapa fraksi di DPRD Sumsel rencananya akan membahas masalah Bank Sumselbabel ini melalui rapat paripurna yang jadwalnya belum diketahui dan menunggu sudah rapat Banmus DPRD Sumsel tanggal 6 Februari mendatang.

Sebelumnya Dirut Bank Sumselbabel Asfan Fikri Sanap menjelaskan, pegawai Bank Sumselbabel hingga saat ini berjumlah 1.607 orang, tersebar di Sumsel dan Babel. Dari jumlah itu, 954 orang adalah pegawai tetap dan 653 orang pegawai outsourcing.

“Outsourcing, terbagi dua. Outsourcing pegawai dasar dan outsourcing pegawai administrasi. Untuk tenaga outsourcing dasar, kami sewa dari luar misal, satpam kami sewa dari Tangkas. Untuk pegawai outsourcing administrasi, kita sewa dari koperasi, jadi tidak sepanjang masa, karena outsourcing administrasi setelah dua tahun dia akan dites jadi pegawai tetap, jika lulus jadi pegawai tetap, jika tidak diberi kesempatan 1 tahun lagi atau kalau tidak dia keluar,” jelas Asfan. (Morino)

2 komentar untuk “Tenaga Outsourcing Bank Sumsel Harus Dihapuskan”

  1. irfan

    Acung 2 jempol..ada wakil rakyat yang peduli dengan pegawai outsourcing..semoga bank-bank lain yang memperkerjakan tenaga outsourcing dapat mengikuti aturan yg berlaku.

  2. Agus

    Kerja aja belum bener, udah nuntut yang aneh-aneh.
    Kalo memang mau menghapuskan perusahaan outsourcing, cara gampang adalah JANGAN MELAMAR KE PERUSAHAAN OUTSOURCING!!!!!
    Bukan dengan berdemo, huru-hara, dan anarkis!

    Perusahaan punya pertimbangan tersendiri untuk memakai tenaga kerja outsourcing, dimana para buruh yang tidak becus dalam bekerja, dapat dikeluarkan langsung. Buat apa mempertahankan orang yang malas bekerja?? Dan hanya bisa berdemo menuntut gaji naik dan tunjangan2 yang sebetulnya tidak sesuai dengan kinerja mereka?

    Dan jika benar buruh ingin menghapuskan perusahaan outsource, KENAPA MASIH MELAMAR DI PERUSAHAAN OUTSOURCING?

    Sungguh mengecewakan. Sebelum berdemo, para buruh tidak pernah bercermin kembali kepada diri sendiri. Memalukan nama bangsa. Bangsa Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki aksi demonstrasi terbesar. MEMALUKAN.

Beri komentar