Home » Berita » Ayam Kampung, Mahal di Kota

Ayam Kampung, Mahal di Kota

Ayam kampung

Ayam kampung

Palembang, BP – Tidak hanya ayam potong (ras) serta daging saja pada saat lebaran menjadi makanan yang dihidangkan sebagai khas menyambut hari kemenangan namun penjualan untuk jenis ayam kampung mulai diburu masyarakat sebagai salah satu makanan yang cukup istimewa karna harga yang mahal dan juga cukup sulit di dapat pada hari biasa.

Bisnis inilah yang dilakoni Pian penjual ayam kampung hidup yang berda dipasar Kuto karna ayam kampung sendiri cukup sulit didapat apalgi untuk diwilayah Kota Palembang.

“memang dibulan puasa sampai mendekati lebaran penjualan ayam kampung meningkat, walau harga ayam kampung jauh lebih mahal dari ayam potong namun peminatnya tidak berkurang karna kandungan gizi yang terkandung pada ayam kampung lebih banyak dibanding ayam potong biasa, karna untuk ayam kampung juga cukup sulit didapatkan, yang kami jual saja dikumpulkan dari berbagai wilayah seperti Kenten dan daerah perkampungan yang dikumpulkan dari para pemilik kandang ayam kampung,” ujarnya.

Pria 40 tahun inipun mengaku meraup untuk besar ketika memasuki H-5 lebaran karna penjualan ayam kampung miliknya bias berlipat jika dibandingkan hari biasanya, “kalu pada hari-hari bias hanya bias menjual kisaran 5 sampai 10 ekor ayam kampung  /hari namun pada saat H-5 hingga H-1 menjelang lebaran penjualan ayam kampung bias jauh lebih dalam waktu empat hari bias terjual 400 sampai 500 ekor ayam kampung, dengan harga yang beragam mulai dari Rp 45 ribu /ekor dengan kisaran berat 1 kg, namun ada juga dengan harga Rp 65 ribu /ekor tergantung dari ukuran ayam itu sendiri seperti ayam jago yang memiliki postur tubuh yang lebih besar,” ungkapnya Jum’at (26/6).

Mengapa ayam kampung yang dijual Pian banyak peminat selain ayam yang dijual masi dalam kondisi hidup dan sehat ayam juga bisa dilihat langsung serta bisa dipilih langsung oleh pembeli, tidak hanya itu ia juga menyediakan jasa pemotongan serta pembersihan ayam kampung sehingga bisa langsung siap diolah oleh pembeli.

Warga sungai jeruji Kuto ini yang dalam sehari-hari hanya membawa kisaran 30 ayam kampung saja saja namun mendekati hari lebaran ia juga harus sudah menyiapkan stock ayam kamoung karna untuk memnuhi kebutuhan konsumenya, pada hari biasa omzet yang didapt mencapai Rp600 ribu, namun ketika H-5 lebaran omzet yang didapat bisa mencapai jutaan rupiah.

Syamsuri ayah 4 orang anak ini memang lebih gemar menyantap ayam kampung dibanding dengan ayam potong, karna itulah ia memanfaatkan moment lebaran untuk menyediakan ayam potong sebagai lauk baik itu untuk dibuat opor serta makanan lain karna rasa ayam kampung yang lebih manis dan gurih memberi cita rasa yang berbeda serta kandungan gizi yang dimiliki ayam kampung sangat banyak. (Syandi/BP)

Beri komentar