Home » Berita » Duel Maut, Satu Tewas Motif Selisih Paham

Duel Maut, Satu Tewas Motif Selisih Paham

duel maut

 

 

 

 

 

 

Muaraenim,BP
Duel maut yang menewaskan satu orang telah menghebohkan warga Desa Lambur, Kecamatan Tanjung Agung, Kabuaten Muaraenim, Jumat (11/9) sekitar pukul 09.00 WIB. Perkelahian maut itu terjadi antara Muhammad Serunting Sakti  (30) dengan  Mardianto (35), keduanya warga desa yang sama.
               Pada perkelahian maut yang berlangsung di pinggir aliran Sungai Enim itu, Muhmmad Serunting Sakti (30), tewas mengenaskan di lokasi kejadian setelah ditusuk menggunakan pisau pada bagian dadanya sebanyak 2 lobang oleh tersangka Mardianto. Usai kejadian, tersangka berhasil diamankan petugas Polsek Tanjung Agung.
                Kini tersangka berikut barang buktinya berupa pisau yang digunakan untuk menusuk korban  telah diamankan di Mapolsek Tanjung Agung untuk menjelani pemeriksaan. Sedangkan korban yang tergelak bersimbah darah di bebatuan pinggir sungai tersebut sempat dibawa petugas ke Puskesmas Tanjung Agung untuk dilakukan visum oleh dokter Puskesmas.
              Informasi yang diperoleh, perkelahian maut tersebut dilatari selisih paham antara korban dan tersangka. Pemicunya bermula dari sekitar 3 hari yang lalu  tersangka berselisih paham dengan adik korban bernama Doni. Akibatnya membuat hubungan antara keluarga korban dan keluarga tersangka menjadi renggang dan tidak lagi harmonis.
              Sedangkan rumah tersangka dan rumah korban di desa itu bersebelahan. Ternyata perselihan paham itu terus berkelanjutan. Puncaknya pada hari kejadian Jumat (11/9) sekitar pukul 09.00 WIB. Tersangka disuruh istrinya mengambil daun pisang guna keperluan untuk memasak di dapur.
             Lantas tersangka menuruti permintaan istrinya untuk mengambilkan daun pisang dan sekaligus mandi di aliran Sungai Enim. Ketika dia sampai di pinggir sungai tersebut,  tersangka bertemu dengan korban yang telah duluan mandi di pinggir sungai tersebut. lantas tersangka mendekati korban yang tengah mandi.
             Sehingga keduanya kembali terlibat keributan mulut dan perkelahian. Ketika terjadi perkelahian hebat tersebut, kebetulan tersangka tengah memegang pisau yang rencananya hendak digunakan untuk mengambil daun pisang. Saat terjadi perkelahian itu, tersangka menusukan pisau yang dibawanya ke bagian dada korban sebanyak dua kali.
              Akibatnya korban roboh tergeletak di bebatuan di pinggir kali tersebut. Sedangkan tersangka sempat pulang kerumahnya. Kejadian itu terlihat oleh beberapa orang warga desa dan melaporkannya kepada warga lainnya serta petugas Polsek Tanjung Agung.
           Tak lama kemudian petugas Polsek Tanjung Agung tiba di lokasi kejadian dan berhasil mengamankan tersangka. Kemudian petugas membawa korban ke Puskesmas Tanjung Agung untuk divisum.  Korban tewas diduga kehabisan darah akibat luka tusuk di bagian dadanya dan luka robek di bagian kepala sebelah kiri.
           Kapolres Muaraenim, AKBP Nuryanto Sik MSI melalui Kabag Opsnya, Kompol Andi Kumara didampingi Kapolsek Tanjung Agung, AKP Alfian, ketika dikonfirmasi  membenarkan kejadian itu. “Tersangka telah berhasil diamankan di Polsek Tanjung Agung untuk dilakukan pemeriksaan. Kejadian itu motifnya selisih paham. Selain mengamankan tersangka diamankan juga barang bukti pisau yang digunakan untuk menusuk korban,” jelasnya.nur

Beri komentar