Home » Berita » Pembangunan Kolam Retensi Di Kola Palembang Mandeg * Dari Pembangunan 65 Kolam Retensi, Baru Terbangun 26 Kolam Retensi

Pembangunan Kolam Retensi Di Kola Palembang Mandeg * Dari Pembangunan 65 Kolam Retensi, Baru Terbangun 26 Kolam Retensi

kepala dinasPalembang, BP-Kepala Dinas PU Pengairan Sumsel Dr Ir H Syamsul Bahri MM mengatakan kalau pihaknya membutuhkan 65 kolam retensi untuk mengatasi banjir yang ada dikota Palembang.

” Yang terbangun baru 26 kolam retensi di kota Palembang, bayangkanlah, kalau satu kolam retensi nilainya Rp 5 miliar saja , berapa anggaran yang kita butuhkan , bisa  sampai triliunan , itu segi bujet belum segi pembebasan lahannya,” katanya, Kamis (12/11).
Mengenai sisa kolam retensi kota Palembang yang belum terbangun pihaknya meminta walikota Palembang untuk mencarikan lahan pembangunan kolam retensi.
” Untuk anggaran pembebasan lahan anggarannya sharing, pusat, provinsi dan kota , untuk pembangunannya tehnisnya di bantu APBN,” katanya.
Selain itu dia menghimbau masyarakat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terutama kota Palembang agar menjelang musim hujan yang merata di Sumsel tanggal 15 November agar membersihkan saluran drainase di lingkungannya masing-masing guna mengantisipasi banjir.
” Menurut pendapat kami , banjir di kita masih tahap wajar, dalam artinya banjir yang terjadi tingginya hanya 50 sampai 30 centimeter itu makan waktu 30 menit, tapi kalau sampai memakan waktu 1 jam , 3 jam atau  5 jam itu yang mengkhawatirkan masyarakat,” katanya.
Karena itu normalisasi anak sungai tetap dilakukan pihaknya namun untuk normalisasi induk  sungai di lakukan Balai Sungai.
” Tiap tahun kita selalu melakukan normalisasi anak sungai , banyak kita tidak hapal kita nilainya, karena kita memiliki 2970 sungai seluruh Sumsel.
“Untuk kota Palembang kita akan bangun retensi untuk mencegah banjir seperti tahun depan kita bangun kolam retensi di Jalan Arafuru IT II Palembang , asal siap lahan, kita kendala kita lahan , arah bandara dan Sekip kita akan buat kolam retensi, Sekip sampai sekarang lahannya belum selesai,” katanya .
Untuk pembebasan lahan tidak bisa mengedepan ego dengan masyarakat, harus melalui musyawarah dan memberikan penerangan pada masyarakat.
” Kita berikan penjelasan masyarakat tidak ada guna kalau mereka hidu begitu tapi tiap tahun selalu banjir, kita carikan solusi apa ganti rugi mereka untuk pembebasan lahannya,” katanya.
Karena itu pihaknya bersama-sama masyarakat akan bahu membahu menuntaskan masalah banjir terutama di kota Palembang tanpa adanya dukungan masyarakat pembangunan tidak akan selesai.osk

Beri komentar