Home » Berita » LURAH-CAMAT AAL KECOLONGAN, PENGEMBANG TIMBUN 8,5 HEKTAR RAWA TANPA IZIN - Trijaya FM Palembang

LURAH-CAMAT AAL KECOLONGAN, PENGEMBANG TIMBUN 8,5 HEKTAR RAWA TANPA IZIN

bvKian ramai masyarakat mengadukan pembangunan tanpa izin. Sebab kegiatan pembangunan ilegal tersebut telah menimbulkan dampak lingkungan sedemikian rupa.  Hal ini menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang.

Rupanya saat ini adanya penimbunan rawa dan anak sungai untuk pembangunan perumahan di Jalan Mandi Api, Kelurahan Srijaya sampai ke Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-alang Lebar (AAL) di atas lahan  seluas 8,5 hektar. Pembangunan itu telah mengakibatkan banjir di sekitar lokasi penimbunan.

Menurut Sektetaris Komisi III DPRD Kota Palembang Ali Sya’ban, terjadinya penimbunan tanpa izin, murni dikarenakan kelalaian pihak Kelurahan dan Kecamatan selaku perpanjangan tangan Pemkot Palembang.

“Jangankan IMB atau Amdal. Izin warga setempat atau Lurah saja tidak ada,” kata dia, Selasa (18/10).

Dia menegaskan, penimbunan yang dilakukan pengembang tersebut sangat luar biasa luasnya. Dari Kelurahan Srijaya sampai ke Kelurahan Karya Baru saat ini, proses penimbunan sudah selesai sekitar 90 persen dari keseluruhan luasan lahan 8,5 hektar.

“Hasil rapat yang kami lakukan, kami minta semua aktivitas di area penimbunan tersebut distop sampai keluar izin advis planning. Pembangunan belum bisa dilanjutkan hingga dikeluarkannya izin,” tegasnya. [ida](RMOL.SUMSEL)

Beri komentar