Home » Berita » TUMPUKAN SAMPAH DI BAWAH JEMBATAN INI SUDAH SAMPAI DASAR SUNGAI - Trijaya FM Palembang

TUMPUKAN SAMPAH DI BAWAH JEMBATAN INI SUDAH SAMPAI DASAR SUNGAI

lPemandangan keindahan sungai Ogan dari atas jembatan Ogan II, Sukajadi, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terganggu dengan adanya tumpukan sampah yang dihanyutkan arus sungai pada fender jembatan.

Sangat dimungkinkan, penumpukan sampah di bawah jembatan tersebut sudah terjadi berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, sehingga tumpukan itu kini mencapai dasar sungai.

Bahkan tumpukan sampah tersebut bisa dibilang seolah sudah membentuk pulau kecil, lantaran bisa dinaiki dan tidak tenggelam. Nah, kondisi ini sering dimanfaatkan para pemancing.

“Kalau mancing biasa nangkringnya disana,” ujar Sarwo warga kelurahan Sukajadi, seraya menunjuk lokasi dimaksud.

Pantauan portal ini, mayoritas sampah yang bertumpuk di bawah jembatan tersebut jenis kayu-kayuan, bambu hingga sampah rumah tangga.

Kendatipun sungai sedang pasang dan arusnya deras, tapi sampah – sampah tersebut tak ikut hanyut, lantaran itu tadi. Tumpukannya sudah sampai ke dasar sungai.

Karena itulah, tumpukan sampah pohon yang dihanyutkan arus sungai memudahkan para pemancing untuk menyalurkan hobi.

Terlebih saat musim penghujan seperti sekarang ini, untuk sampai ke tengah sungai, bukan perkara mudah. Sebab, bisa jadi si pemancing justru dihanyutkan arus.

“Hari sabtu dan minggu sore kalau nak liatnya. Banyak yang nongkrong disini.” sambung Sarwo.

Meski ada manfaatnya bagi segelintir warga, namun tumpukan sampah tersebut dikhawatirkan membahayakan kontruksi jembatan. Selain itu, sungai ogan jadi tampak kotor.

Apalagi air sungai ogan selalu dimanfaatkan warga, khususnya mereka yang bermukim di bantaran sungai.

“Kalu nak dibersihkan, sanggup apo ? Kemungkinan, tumpukan sampah bambu ni, sudah sampai dasar sungai.” Tambah Jamal, warga yang berprofesi sebagai montir.

Sementara menurut warga lainnya, yang meskipun tak terlalu peduli dengan tumpukan itu, tetap merasa khawatir. Terlebih saat hendak mencuci di sungai. Beberapa kali warga melihat aktifitas biawak di tumpukan bambu. [yip](RMOL)

Beri komentar