Home » Berita » Bank Indonesia Berani Pasang Target Juara

Bank Indonesia Berani Pasang Target Juara

Profil Skuad Piala Gubernur 2017

Palembang, BP

Tim Futsal Bank Indonesia (BI) kini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Berkaca dari kegagalan tahun lalu, evaluasi sudah dilakukan agar kesalahan serupa tidak terulang.

Pada ajang Kejuaraan Futsal Piala Gubernur Sumsel 2016, Bank Indonesia tersingkir di babak 16 setelah dikalahkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Musi Banyuasin (Muba) dengan skor 2-5. Tapi tahun ini lain ceritanya, karena Bank Indonesia hadir dengan kekuatan baru dan bahkan berani memasang target juara.

Manajer Tim Ade Budiman mengakui, jika persiapan timnya tidak maksimal dikarenakan padatnya masalah pekerjaan. Meski begitu, kendala itu bukan menjadi alasan untuk tidak menjadi juara.

“Target kita jelas juara meski persiapan kita kurang. Itu bukan menjadi persoalan,” tegas Ade Budiman kepada BeritaPagi, Selasa (14/3).

Menurut Ade yang juga merangkap sebagai pemain, tahun ini sudah mempersiapkan 12 pemain yang komposisinya lebih baik dan diyakini bisa memenuhi target juara. Kenapa lebih baik kata Ade, tahun ini Bank Indonesia melakukan seleksi pemain dan dari hasil seleksi didapatkan pemain yang dibutuhkan.

“Kenapa kita seleksi pemain karena kita butuh pemain yang mau kerja untuk tim dan punya komunikasi baik di lapangan, karena kita gak punya pemain binaan. Hasilnya, kita dapat empat pemain, tiga dari Palembang dan satu dari Tangerang,” jelas pemain berposisi penjaga gawang ini.

Ditambahkannya, empat pemain seleksi ini dua berposisi sebagai flang dan dua pivot. Nantinya, empat pemain ini akan dipadukan dengan pemain dari internal Bank Indonesia.

“Ya secara komposisi pemain tahun ini lebih baik, kita gak pakai pelatih karena kesibukan makanya kita saling berbagi pengalaman. Untuk lawan semua yang mengikuti kompetisi pasti mempersiapkan tim dengan maksimal, jadi semua wajib kita waspadai,” ujar dia.

“Kalau untuk prestasi BI sudah banyak memperoleh gelar juara. Bahkan BI pernah juara futsal di turnamen antar Bank Central Asian Tenggara tahun 2014. Kebetulan penjaga gawangnya saya sendiri,” pungkasnya.

Pemain Bank Indonesia Muhammad Alfirjon menambahkan, untuk persaingan tahun ini semakin ketat dan susah diprediksi. Semua tim tidak bisa dipandang remeh terutama pemain muda.

“Semua lawan seimbang, apalagi pemain muda 85 persen sudah mengerti dengan futsal. Jadi persaingan nanti tidak akan mudah,” ujar jebolan Sriwijaya FC (SFC) U-21 ini.

#fer

Beri komentar