Home » Berita » BPJS Bidik Peserta Informal di Pasar Palembang Jaya

BPJS Bidik Peserta Informal di Pasar Palembang Jaya

Palembang, BP

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan membidik kepesertaan pada sektor Bukan Penerima Upah (BPU) di sejumlah pasar di Palembang yang dinaungi PD Pasar Palembang Jaya. Potensi kepesertaan di sektor ini dinilai masih sangat tinggi, sebab masih banyak calon peserta yang belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Cabang Utama BPJS Ketenagakerjaan, Rasidin mengatakan, mengupayakan program ini dilakukan dengan rapat koordinasi teknis program BPU dengan PD Pasar Palembang Jaya, nantinya calon peserta seperti pedagang akan didaftarkan secara kolektif melalui pihak keagenan, paguyuban, ataupun melalui kepala pasar itu sendiri.

“Fokusnya ke pedagang, namun juga calon peserta seperti tukang becak, tukang ojek, dokter keluarga, pengacara dan sektor informal lainnya yang berusia di bawah 55 tahun juga bisa ikut, sehingga resiko kecelakaan kerja, meninggal dunia maupun jaminan hari tua bisa dijamin oleh BPJS Ketenagakerjaan,” katanya, usai rapat koordinasi dengan PD Pasar, Senin (13/3).

Dia membeberkan, melalui perpanjangan tangan ini, sistem pembayaran iuran juga bisa dilakukan secara kolektif, pedagang bisa berkoordinasi dengan petugas pasar, paguyuban atau pihak lainnya yang membuat suatu wadah, sehingga bisa mendorong kemudahan kepesertaan BPU.

“Hal ini akan terus disosialisasikan, sebab masih banyak yang belum paham tentang manfaat menjadi peserta. Kami berharap pedagang ini menyadari akan pentingnya jaminan sosial ketenagkerjaan, termasuk jaminan hari tua, yang sangat bermanfaat jangka panjang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Bukan Penerima Upah BPJS Ketenagakerjaan wilayah Palembang Seto Tjahjono mengatakan saat ini peserta di sektor informal ini mencapai 33.000 dan pihaknya berharap tahun ini bisa mencapai 40.000.

“Kami membawahi lima kabupaten dan kota seperti Palembang, Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir, diharapkan bisa mencapai 40.000 peserta tahun ini,” katanya.

Dikatakan, untuk iuran pun sangat kecil, sedangkan manfaatnya sangat besar, selain jaminan kecelakaan kerja dan kematian, namun juga hari tua juga dijamin. “Kami terus mendorong kepesertaan sektor informal ini, sehingga masyarakat bisa mengikuti program dan bisa bekerja dengan nyaman,” tukas dia. #ren

Beri komentar