Home » Berita » Atasi Pencurian Minyak, Pemda Diminta Berperan Aktif

Atasi Pencurian Minyak, Pemda Diminta Berperan Aktif

BELITUNG – Pencurian minyak di sumur minyak atau dikenal dengan illegal drilling di hulu Migas kian mengkhawatirkan terutama di Wilayah Musi Banyuasin. Diharapkan ada peran serta Pemerintah daerah untuk mengatasi hal ini.

Hal ini disampaikan oleh Haswanto Jaya dari SKK Migas Wilayah Sumatera Bagian Selatan, Rabu (30/8) di acara Seminar Hulu Migas,  SKK Migas – KKKS dan FJM di BW Suite Hotel Belitung.

Catatan SKK Migas ada sekitar 915 sumur baru hasil illegal drilling di Musi Banyuasin. Selain itu ada 104 sumur pertamina yang dikuasai masyarakat namun sudah ada 92 sumur yang diambil alih dan ditutup.

“Yang belum diambil alih dari sumur pertamina ada sekitar 12 sumur, “ungkap Dia.

Sementara,  penyulingan minyak illegal di wilayah yang dikenal daerah penghasil migas ini mencapai 260 titik. “Akibat dari praktik illegal drilling ada 3000 – 5000 barel minyak perhari yang hilang dari Musi Banyuasin,”terang Haswanto.

Dia menambahkan persoalan ini akan sulit diatasi jika peran pemerintah daerah tidak aktif ikut mengatasi hal ini. “Pemerintah dinilai punya penetrasi kuat kelapisan paling bawah sehingga akan lebih efektif mengasi hal ini,”ujarnya.

Jika dibandingkan dengan kegiatan produksi Minyak hulu Migas di pertamina asset II, praktik illegal drilling termasuk mengkhawatirkan karena minyak yang hilang capai 5000 barel perhari.

“Sedangkan Pertamina asset II sendiri menargetkan produksi minyak sekitar 17.822 barel perhari. Tertinggi terealisasi terdapat dibulan Juni sekitar 17806 barel perhari atau sekitar 97 persen, “ungkap Sigit perwakilan dari Pertamina Asset II. (Fatur)

Beri komentar