Home » Berita » DIDUGA HINA GERINDRA, RAJA LAUT KENA BATUNYA

DIDUGA HINA GERINDRA, RAJA LAUT KENA BATUNYA

Bicara sembarangan di medsos bisa menuali masalah. Kali ini, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan Nursan melaporkan akun Facebook Raja Laut ke Polres Nunukan, Rabu (23/8).

Nursan menilai akun itu membuat status yang mencederai nama pribadi, partai, dan lembaga.

Raja Laut menulis status tersebut lalu mengunggahnya di grup Republik Demokrasi Sebatik.

“Kalau punya persoalan pribadi silakan datang. Jangan buat status yang tidak benar dan menyeret partai dan lembaga. Memangnya partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) punya salah apa,” ujarnya, Rabu (23/8), dikutip dari JPNN.

Nursan menambahkan, dirinya mengetahui status Raja Laut dari sejumlah anggota DRPD Nunukan usai mengikuti rapat paripurna kemarin.

“Sebelumnya sudah sering saya dijelek-jelekkan di sosmed. Namun, saya tidak peduli. Namun, kali ini merugikan Partai Gerindra dan lembaga DPRD Nunukan,” imbuh ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Nunukan ini.

Dia menambahkan, pelaporan itu bertujuan memberikan pelajaran kepada pengguna medsos agar tidak membuat status yang merugikan orang lain. “

Kami laporkan agar pemilik akun Raja Laut diusut. Selain itu, untuk memberikan pelajaran agar berhati-hati menggunakan medsos,” kata Nursan.

Kalimat yang diunggah Raja Laut memang sangat menohok.

“Banyak yg hebat, tapi hebatnya iri sama org yg berbuat. sadar Ko apa juga kau buat untuk sebatik Sahrul azaini (Gerindra) mulut mu ji besar sama besar mulut nya Hj. Nursan dan Andi Kasim. Barulah kakak mu Tu mau jadi kades bukit Aru indah., siapa juga mau pilih dia tuh., kasian nya kau Gerindra. Politik mu Kecek kecek. Kapitalisme., otakmu itu sana otak nya Andi Kasim dengkul., GACI mantap bah. Pilih yg paling muda yah masyrakat Desa BAI,” tulis akun tersebut.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Nunukan Iptu M. Karyadi mengatakan, pihaknya sedang mengumpulkan keterangan dari pelapor.

“Sementara pelapor masih di berita acara pemeriksaan (BAP). Dan saat ini masih dipelajari undang-undang (UU) apa yang bakal dikenakan,” ujar Karyadi. [RMOL]

Beri komentar