Home » Berita » EKSPOS DIAGNOSA PENYAKIT ABU BAKAR BA’ASYIR ATAS IZIN KELUARGA

EKSPOS DIAGNOSA PENYAKIT ABU BAKAR BA’ASYIR ATAS IZIN KELUARGA

Ekspos diagnosa penyakit yang dialami terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir (ABB), telah direstui pihak keluarga. Hal itu disampaikan salah satu tim dokter ABB dalam konferensi pers di Kantor Pusat MER-C, Jl. Kramat Lontar, Jakarta Pusat, Sabtu (12/8).

“Sebetulnya data pasien itu rahasia. Tidak boleh diungkap ke publik. Tapi, karena Ustad (ABB) milik publik, Presiden sekali pun nggak boleh maksa. Apalagi, pihak keluarga mengizinkan. Baru kita buka,” ungkap Ketua Tim Dokter MER-C, Joserizal Jurnalis, seperti diberitakan RMOL.Co.

Saat ini, ABB telah menjalani observasi medis terkait kesehatannya di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita (RS-JHP). Rujukan tersebut dilakukan karena kondisi pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) itu yang semakin menurun sejak ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

Ikut dalam konpers tersebut, anak ABB, Abdul Rohim (Iim), kuasa hukum Achmad Michdan serta salah satu Presidium MER-C, Arief Rahman. Menurut Iim, pihaknya memang meminta secara langsung ke MER-C untuk memantau kesehatan ABB. Mengingat saat ini, ABB berusia lanjut dengan kondisi kesehatan yang terus menurun.

“Beliau kan sudah memasuki usia 80 tahun. Jadi, butuh pemantauan dokter terkait kesehatan beliau. Saat itu, kami tidak tahu dokter yang sanggup bisa laksanakan pemantauan secara intensif. Bolak balik, berhadapan dengan petugas. Lalu, kamis lihat MER-C sudah biasa,” urainya.

Sementara itu, salah satu presidium MER-C, Arief Rahman, membenarkan terkait hal itu. Arief mengatakan, pihaknya berinisiatif merawat ABB atas izin keluarga. Meski pun perawatan dilakukan saat kondisi ABB memburuk dan bolak balik ke lapas.

Baik saat masih di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, hingga di Lapas Gunung Sindur. Termasuk, usulan untuk merujuk ABB ke RS-JHP untuk melakukan medical check-up.

“Kita (MER-C) pantau kondisi beliau di lapas secara berkala. Bahkan saat masih Nusakambangan hingga dikirim ke Gunung Sindur. Kita kirim petugas medis ke Lapas untuk terapi dan pengobatan. Kondisi terakhir, bengkak di kedua kaki beliau. Sehingga tim kesehatan beri usulan ke RS-JHP. Alhamdulillah, usulan diterima,” paparnya. [RMOL]

Beri komentar