Home » Berita » ENERGI HIJAU UNTUK PESTA OLAHRAGA BERWAWASAN LINGKUNGAN - Trijaya FM Palembang

ENERGI HIJAU UNTUK PESTA OLAHRAGA BERWAWASAN LINGKUNGAN

Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Kawasan Komplek Olahraga Jakabaring Palembang Melalui Proyek Joint Crediting Mechanism (JCM). Untuk pesta olahraga berwawasan lingkungan.

Total energi yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Kawasan Komplek Olahraga Jakabaring Palembang sebesar 1.6MW

Proyek PLTS di Kawasan Komplek Olahraga Jakabaring, Palembang kurangi emisi Gas Rumah Kaca setara 1,303 Ton C02 per tahun (0.687 Ton/MWh)

Proyek PLTS ini salah satu dari 29 proyek ICM yang diimplementasikan di Indonesia dengan kerjasama Indonesia-Jepang.

Asisten Deputi bidang Kerjasama MuIitilateraI dan Pembiayaan dari Kementrian Koordinasi Bidang Perekonomian, Edwin Manangsang mengatakan, Proyek PLTS Jakabaring ini adalah salah satu dari 29 proyek JCM yang diimplementasikan di Indonesia. Hingga saat ini nilai total investasi atas pelaksaan JCM antara pemerintah Jepang dan Indonesia mencapai 150 juta USD dengan 113 juta USD berasal dari investasi pihak swasta Jepang dan Indonesia dan 37 juta USD merupakan subsidi yang disampaikan oleh Pemerintah Jepang.

”Proyek JCM yang telah berjalan selama hampir 4 tahun ini, suatu bukti konkrit keterlibatan sektor industri baik dari pihak swasta, BUMN, atau BUMD dalam mendukung penurunan emisi karbon di Indonesia” katanya, , saat melakukan  peninjauan dioksida pembangunan, JSC, Rabu (9/8).

Direktur Utama Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE), Yaniarsyah mengatakan, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya ini salah satu usaha yang mendukung pengembangan konsep Green City, pencegahan perubahan iklim, dan juga mendukung pelaksanaan persiapan Asian Games 2018, dan diharapkan proyek PLTS ini rampung di bulan Januari 2018.

“Ini lokasi paling bagus,  di JSC lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga surya. Rencananya proyek iklim akan dibangun 6 bulan, selesai Desember (2017),” katanya.

Proyek JCM yang diimpiementaslkan di Palembang telah menyelesaikan tahap awalnya, yaitu pematangan lahan. Setelah pematangan lahan, akan diIakukan konstruksi dan pemasangan PLTS untuk kemudian dikoneksi dengan jaringan Iistrik PLN.

Kepala Sekretariat JCM Indonesia, Dicky Edwin Hindarto menambahkan,  proyek ini selain diharapkan mampu menghasilkan Iistrik sebesar 1.6 Mw,  juga mampu untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 1.303 ton setara CO2/tahun.

“Jakabaring, komplek olahraga pertama di Indonesia yang telah mengimpiementasikan green technology yang diharapkan akan memberikan dampak positif bukan hanya pada daerah setempat tetapi juga pencapaian target nasional untuk pengurangan emisi gas rumah kaca,” imbuhnya.

Saat ini di Sumatera Selatan, pembangunan PLTS di Jakabaring bukan satu-satunya proyek JCM yang ada. PT. Aneka Bumi Pratama, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri karet yang berIokasi di Kecamatan Gandus Palembang juga bahkan telah menyelesaikan implementasi proyek JCM berupa penghematan energi untuk sistem pengolahan limbah cairnya.

PT. Aneka Bumi Pratama bekerja sama dengan beberapa perusahaan lepang, yaitu EMATEC, Sangyo, dan Mitsubishi, telah berhasil menurunkan pemakaian listriknya sampai 40% dari semula. Gas rumah kaca yang kemudian berhasil dikurangi adalah sebesar 387 ton setara C02/tahun. [RMOL]

Beri komentar