Home » Berita » Ini Lho Penyebab Ancaman Krisis Energi - Trijaya FM Palembang

Ini Lho Penyebab Ancaman Krisis Energi

Pembukaan Media Gathering dan Seminar Hulu Migas (Foto : Fatur)

BELITUNG – Iklim investasi Industri minyak dan gas menjadi tatangan negara Indonesia untuk menghadapi ancaman krisis energi yang semakin nyata dimasa akan datang.

Berdasarkan data SKK Migas, iklim investasi migas Indonesia menempati urutan 79 didunia bahkan Indonesia masih dibawah Kamboja atau yang peringkat terakhir untuk wilayah Asia Tenggara.

Hal ini terungkap saat pembukaan Media Gathering, Seminar Hulu Migas dan Pembukaan Media Kompetisi 2017, Selasa malam (29/8/) di BW Suite Hotel, Belitung.

Kabag Urusan Humas SKK Migas Dian Sulistiawan menjelaskan krisis energi menjadi ancaman serius negeri ini. Hal ini dilihat dilihat dari cadangan migas saat ini.

“Untuk minyak saja cadangan kita sekitar 3,6 milyar barel atau 0,2% cadangan di dunia 1,698 milyar barel, “ungkapnya.

Parameter lain bisa dilihat dari kosumsi minyak perharinya. “Kebutuhan kita sekitar 1,6 juta barel perharinya sedangkan produksi dalam negeri hanya sekitar 884 ribu barel perharinya, “terangnya.

Data SKK Migas tahun ini dari perencanaan 134 sumur yang di eksplorasi, namun baru terealisasi 32 sumur atau sekitar 24 persen yang terekaplorasi.

Hal lain yang menyebabkan ancaman krisis energi yakni pertumbuhan kendaraan yang begitu tinggi. ¬†“Tahun 2015 saja kenaikan kendaraan mencapai 7 juta kendaraan atau setara 14 juta km panjang jalan, “ujar Dian.

Sementara, penyebab kurang baiknya iklim investasi industri Migas di Indonesia menurut Dian yakni masalah pajak yang kurang bersahabat terhadap investasi industri migas,  regulasi soal migas yang masih berpolemik dengan revisi UU Migas yang belum tuntas.

“Jugga ada persoalan situasi politik dan keamanan dalam negeri yang penuh ketidakpastian,”pungkasnya. (Fatur)

Beri komentar