Home » Berita » PAN TAK SERIUS DUKUNG PANGLIMA TNI GATOT DI PILPRES 2019

PAN TAK SERIUS DUKUNG PANGLIMA TNI GATOT DI PILPRES 2019

Menguatnya nama Zulkifli Hasan menjadi calon presiden (capres) yang akan dipasang oleh Partai Amanat Nasional (PAN) menandakan jika partai yang lahir pasca reformasi itu tidak serius dalam mendukung panglima TNI Gatot Nurmantyo di pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

“Bahwa ada satu dua orang menyebut nama Gatot Nurmantyo tentu saja bisa dimaklumi. Tapi untuk menjadi keputusan partai akan sulit. PAN tidak serius dukung panglima TNI di Pilpres 2019,” kata pengamat politik Ray Rangkuti saat berbincang dengan redaksi, Jumat (25/8).

Secara sederhana, PAN tentu akan lebih senang mendukung kader sendiri di Pilpres 2019 ketimbang dari eksternal partai seperti Gatot Nurmantyo. Khususnya, dalam kasus PAN saat ini yang dimajukan adalah sang ketua umum langsung.

“Menurut saya tingkat elektabilitas dan popularitas antara Gatot dan Zulkifli hampir sama. Sementara suara pemilih yang mau diharap adalah pemilih yang sama, yakni umat Islam. Jadi jawaban yang paling mungkin warga PAN akan lebih mendukung ketum-nya sebagai capres,” tambah Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA).

Selain kadar keterpilihannya sama dengan Gatot, tentu hal ini menjadi kebanggan bagi PAN sendiri. Sebelumnya, mereka telah berhasil mendorong mantan ketum PAN Hatta Radjasa sebagai calon wakil presiden pada pilpres 2014 lalu.

“Tentu keberhasilan yang sama akan terus didorong. Dan potensi diterimanya sebagai capres atau cawapres juga kuat,” demikian Ray.[RMOL]

Beri komentar