Home » Berita » Pangeran Sido Ing Rejek Layak Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional - Trijaya FM Palembang

Pangeran Sido Ing Rejek Layak Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Palembang,BP

Pengamat sejarah kota Palembang, Rd Moh Ikhsan, mengatakan, salah satu Raja Palembang era Kerajaan Palembang, Pangeran Sido Ing Rejek, layak diusulkan menjadi pahlawan nasional asal Sumatera Selatan.
Pangeran Sido Ing Rejek dengan gagah berani melawan pemerintah Kolonial Belanda pada 1659, hingga harus menderita karena Kraton Kuto Gawang di Palembang dibumihanguskan oleh Belanda dan VOC.
“Mungkin satu-satunya keraton di Nusantara yaitu Kraton Kuto Gawang yang mengalami nasib tragis dihancurluluhlantakkan kompeni Belanda. Bahkan kemudian harus mundur ke dusun Sakatiga Indralaya. Akhir yang menyedihkan, beliau pun mangkat di dusun tersebut,” katanya, Senin (21/8).
Pangeran Sido Ing Rejek adalah Raja Palembang ke-XI  yang menggantikan ayahnya yaitu Pangeran Sido Ing Pasarean pada tahun 1653-1659 M.
Ihksan sepakat kalau Palembang, terutama Sumatera Selatan, memiliki banyak pahlawan dari berbagai masa yang layak diangkat menjadi pahlawan sehingga peran pemeritah daerah, DPRD setempat, dan ahli waris menjadi penting untuk pengusulan nama-nama pahlawan tersebut ke tingkat provinsi untuk selanjutnya diusulkan ke pusat.
“Hingga kini dari Sumatera Selatan baru ada dua pahlawan yang menjadi pahlawan nasional, yaitu Sultan SMB II dan dr AK Gani, padahal Sumsel banyak memiliki pahlawan dari tiap masa yang layak menjadi pahlawan nasional,” katanya.
Sementara itu Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan mempersilakan masyarakat dan pihak kabupaten/kota di Sumsel untuk mengusulkan pahlawan yang akan dijadikan pahlawan nasional dari daerahnya masing-masing.
“Kita ada tim penilai gelar dan pahlawan daerah dan tim penilai gelar dan pahlawan nasional yang akan diusulkan,” kata Plt Kepala Dinas Sosial  Sumatera Selatan  Belman Karmuda ketika ditemui di DPRD Sumsel, Senin (21/8).
Selain itu yang mengusulkan pahlawan menurut Belman, bisa kalangan masyarakat, DPRD setempat, dan pemerintah daerah setempat.
“Contoh Kapten Arivai sudah meninggal dunia itu diajukan, yang mengajukan terutama keluarganya atau ahli waris, kantor tempat Kapten Arivai bekerja apakah Kodim atau dari mana kemudian di teruskan ke wakil rakyat yang mengusulkan Kapten Arivai cocok dan sesuai standar untuk dicalonkan menjadi pahlawan daerah dan pahlawan nasional,” katanya.
Dia mengakui di Sumsel banyak calon pahlawan  harus diangkat namun pihaknya tidak bisa langsung menunjuk atau menilai seseorang menjadi pahlawan kecuali menurut undang-undangnya di usulkan oleh pihak ahli waris maupun masyarakat terutama pemerintah daerah.
“Dan harus ada bukti-bukti barang-barang peninggalan yang bersangkutan , bukti perjuangan apa dilakukan sehingga layak menjadi pahlawan daerah maupun pahlawan nasional baik tertulis dan bukti yang lain,” katanya.
Mengenai usulan pahlawan dari Provinsi Sumatera Selatan pihak Dinas Sosial Provinsi Sumsel masih dirapatkan dengan tim penilai dan dalam waktu dekat tim tersebut sudah berkerja dan kriteria.
“Kalau pahlawan nasional agak susah karena belum ada artinya tokoh-tokoh masyarakat , orang-orang berperan di Sumsel selain AK Gani dan Sultan Mahmud Badaruddin II yang berpengaruh perbuatan dan kegiatan mereka selama ini memengaruhi nasional, itu salah satu kriteria,” katanya.
Hingga kini pihaknya belum menerima usulan untuk calon pahlawan nasional dari Sumatera Selatan baik dari keluarga pahlawan sendiri maupun dari pihak kabupaten kota.
“Kemarin usulan untuk pak Residen Abdul Rozak mau jadi pahlawan nasional cuma di pusat belum terealisasi , karena salah salah satunya Residen Abdul Rozak masih di bawah bayang-bayang AK Gani dan belum ada gagasan yang dilakukan beliau sendiri dan belum belum berpengaruh nasional,” katanya.

Beri komentar