Home » Berita » Tol Palindra Difungsikan Usai Idul Adha

Tol Palindra Difungsikan Usai Idul Adha

Palembang, BP–Pembangunan Tol Palembang-Inderalaya (Palindra) terus dikebut PT Hutama Karya selalu kontraktor. Untuk seksi I (Palembang-Pemulutan) sejauh 7 kilometer akan selesai akhir bulan ini, sehingga siap difungsikan pada September 2017.

 

Manager Proyek PT Hutama Karya Divisi Jalan Tol Palindra Hasan Turcahyo mengatakan, apabila diharuskan operasional maka pasca Lebaran Idul Adha tahun ini ruas jalan tol di akses tersebut sudah bisa dibuka dan dilewati pengendara.

“Sekarang progresnya untuk keseluruhan mencapai 64 persen. Untuk seksi I ini sudah mencapai 98 persen. Dimana semua marka jalan, rambu, penerang jalan dan sebagainya sudah siap untuk dilalui pengguna jalan tol,” kata Hasan, Selasa (29/8).

 

Menurut dia, apabila beroperasional nantinya, tentu pihak pengelola akan membahas terkait sudah diberlakukan atau belum tarif jalan tol tersebut. Sebab sampai saat ini Badan Pengelola Jalan Tol masih melakukan penelitian untuk fungsional ruas jalan tersebut.

 

“Jika nantinya dibuka, maka pada September itu, pengguna jalan tol bisa memanfaatkan dua lajur jalan dan dua jalur jalan,” jelas dia.

 

Hampir menyerupai seksi I, masih dilanjutkan Hasan, pada seksi III (KTM Rambutan-Indralaya) saat ini sudah mencapai progres 81 persen. Disebutkan, panjang untuk ruas seksi III itu mencapai 10 kilometer. Bahkan, kini tengah membangun juga akses pintu keluar jalan tol di KTM Rambutan.

 

“Panjangnya sekitar 1 kilometer, lebih pendek dari akses pintu keluar jalan tol di Pemulutan yang mencapai 1,5 Km. Sekarang sedang dalam tahap pembuatan jalan kerja dan timbunan tanah pengisi. Selesainya nanti ditargetkan sebelum Desember 2017,” ungkapnya.

 

Ia juga menambahkan, agar tidak terjadi penurunan jalan (amblas), pihaknya mewacanakan untuk penggunaan metode baru. Tidak menggunakan sistem vakum karena di lokasi tersebut terdapat tiang saluran listrik bertegangan tinggi, melainkan menggunakan metode cermaton atau cerucuk matras beton.

 

“Kita tidak ingin insiden jalan amblas kembali terjadi, sehingga kita upayakan metode baru. Intinya, setelah ruas jalan dikeruk (gali-red), ditanam tiang pancang ukuran kecil, dan kemudian dipasang matras beton barulah ditimbun dengan tanah agar tanah dibawahnya keras,” tuturnya.

 

Berbeda dengan progres ruas tol seksi I dan III, sambung Hasan, ruas jalan seksi II (Pemulutan-KTM Rambutan) sangat jauh tertinggal. Saat ini progresnya baru mencapai 17 persen untuk jarak jalan sepanjang 5 km. Itu dikarenakan pembangunan jalan di seksi II sendiri baru dimulai pada Juni 2017 dan ini akibat dari pembebasan lahan yang terlambat penyelesaiannya.

 

“Untuk seksi II, kita masih kerjakan proses vakum. Kita akan mengejar target di mana selesai sebelum Desember ini,” katanya. #rio

Beri komentar