Home » Berita » AKIBAT JANJI TINGGAL JANJI, HENGKI ‘DIHUJANI’ TUSUKAN INNALILLAHI..

AKIBAT JANJI TINGGAL JANJI, HENGKI ‘DIHUJANI’ TUSUKAN INNALILLAHI..

Peristiwa menggemparkan membuat heboh warga dr AK Gani, Tanjung Periuk, Kelurahan Tungkal, Kota Muara Enim, Kamis (14/9) sekitar pukul 20.00 WIB.

Pasalnya, terjadi perkelahian maut yang menewaskan Hengki Roberta (37), warga setempat yang meregang nyawa setelah dihujani tusukan pisau oleh Otong (36), warga yang sama, tak lain masih tetangga korban.

Peristiwa itu terjadi di rumah pelaku. Dalam kejadian itu korban dihujan tusukan dengan luka di bagian dada, leher, kepala, lengan tangan kiri, tumit serta dibeberapa bagian tubuh lainnya. Korban diduga tewas dalam perjalanan ketika dilarikan ke RSU dr HM Rabain Muara Enim.

Sementara pelaku, usai menghabisi nyawa korban, langsung menyerahkan diri ke Satlantas Polres Muara Enim yang jaraknya tidak begitu jauh dari TKP. Kemuidian pelaku diamankan anggota Pidum Satreskrim Polres Muara Enim dipimpin Kanit Pidum, Iptu Alpian, yang kini pelaku telah diamankan di Mapolres Muara Enim untuk menjalani pemeriksaan.

Menurut  Tatik Afrianti (37), istri korban, kejadian itu bermula saat ibu suaminya (korban) mendapatkan pesan singkat melalui ponsel dari pelaku. Isi SMS tersebut menanyakan masalah janji ibu korban kepada pelaku yang telah selesai mengerjakan rumah berdasarkan permintaan ibu korban. Karena dapat SMS tersebut lalu ibu korban menelpon Tatik menceritakan seputar perihal isi SMS tersebut.

“Saat ibu menelpon aku menceritakan isi SMS, kakak (korban-red) mendengar percakapan kami. Saat itu kakak bertanya, “ngapo si Otong itu,” ujar Tatik mengisahkan kejadian itu.

Lalu, lanjutnya, suaminya, sambil emosi, dengan mengenakan celana pendek dan mengambil baju keluar dari rumah mengendarai sepeda motor. Suaminya menemui Otong (pelaku) dirumahnya.

“Tak lama kakak keluar dari rumah, aku mendapatkan kabar kejadian ini,” ujar Tatik sambil menangis saat berada di RSU dr HM Rabain Muara Enim.

Sementara itu, tersangka Otong, kepada petugas mengakui bahwa dia telah mengirim SMS kepada ibu korban. Isi SMS yang disampaikan menagih hutan ibu korban yang dijanjikan kepadanya. Karena ibu korban selama ini sudah dianggapnya sebagai keluarganya sendiri.

Dijelaskan tersangka, janji ibu korban tersebut sudah lama. Beberapa tahun silam, dia disuruh ibu korban untuk membangunkan rumah sebanyak 2 unit di Muara Dua, Kabupaten Oku Selatan. Saat itu, ibu korban menjanjikan kepadanya, jika rumah tersebut selesai dibangun, maka rumah yang di Muara Enim akan diberikan kepadanya (tersangka-red).

Lalu tersangka mengerjakan pembangunan rumah yang diminta tersebut hingga selesai. Ternyata setelah rumah selesai dibangun namun, ibu korban belum juga memenuhi janjinya.

“Aku sudah bilang, kalaupun tidak dikasi rumah, dibayar duit bae dak apo,” ujar tersangka  menggunakan bahasa daerah ketika ditanya Kanit Pidum Iptu Alpian.

Tersangka mengaku mengirim SMS kepada ibu korban menagih janji tersebut. Rupanya, korban tidak senang dengan SMS dari tersangka. Pada malam itu, tersangka baru pulang dari mancing ikan. Setelah sampai dirumah, dia memperbaiki pancingnya di dalam kamarnya menggunakan pisau.

Ketika dia memperbaiki pancing tersebut, tiba tiba korban datang langsung masuk kekamarnya. “Ketika korban ketemu aku, dia langsung meninju kepalaku,” aku tersangka kepada petugas. Lantas, lanjutnya, dengan membabi buta dirinya mengayunkan pisau yang tengah dipegangnya kearah korban.

“Karena aku ditinju, jadi aku menjadi khilap dan pisau itu aku kibas kibaskan hingga mengenai korban,” jelasnya seraya mengaku, kejadian itu dilakukannya sendiri.

Kapolres Muara Enim, AKBP Leo Andi Gunawan Sik Msi melalui Kasat Reskrimnya, AKP Agus P dan Kanit Pidumnya, Iptu Alfian, didampingi Kabag Humas AKP Arsyad ketika dikonfirmasi, membenarkan kejadian itu. Tersangka telah diamankan dan masih dilakukan pemeriksaan.

Saat ini pihaknya tengah melakukan pemeiksaan terhadap tersangka dan saksi saksi. “Kita juga sudah ke TKP. Tersangka akan dikenakan pasal 338 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkasnya.[RMOL]

Beri komentar