Home » Berita » KURANG “TIPIS”, DOKUMEN PSI DIBALIKIN KPU

KURANG “TIPIS”, DOKUMEN PSI DIBALIKIN KPU

Di hari kesekian masa pendaftaran dan penerimaan dokumen persyaratan pendaftaran partai politik (Parpol) calon peserta pemilu tahun 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menerima rombongan DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) OKU, Kamis (12/10).

Partai baru pimpinan Grace Natalie itu menjadi partai kedua yang menyerahkan dokumen salinan KTA dan KTP-el di Kabupaten OKU, setelah sehari sebelumnya hal yang sama dilakukan Partai Persatuan Indonesia (Perindo)

Hasilnya sama dengan Partai Perindo, dimana KPU terpaksa mengembalikan berkas keanggotaan PSI lantaran kurang “tipis”. Lho, maksudnya?

Tipis disini, bukan berarti dokumennya terlalu tebal. Melainkan, pengembalian tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan petugas pendaftaran yang menemukan adanya kekurangan jumlah salinan hardcopy bukti keanggotaan parpol yang bersangkutan. Kurangnya tipis, alias sedikit. Yakni cuma dua KTA/ KTP-el saja.

Ya. Diketahui bahwa PSI Kabupaten OKU yang dipimpin oleh Ketuanya, Orniando bersama jajaran pengurus lainnya, datang mendaftar ke Kantor KPU Kabupaten OKU tadi pagi dengan membawa dokumen keanggotaan.

Berupa; daftar nama dan alamat anggota parpol (Lampiran 2 Model F2-Parpol), salinan Kartu Tanda Anggota (KTA) dan KTP Elektronik anggota partainya. Jumlah nama anggota partai sebagaimana tercantum dalam Lampiran 2 Model F2-Parpol adalah sebanyak 358 anggota. Secara spesifik anggotanya yang dicantumkan itu tersebar di 5 kecamatan. Yakni Lubuk Batang, Peninjauan, Sosoh Buay Rayap, Baturaja Timur, Lengkiti dan Baturaja Barat.

Namun, dari hasil pemeriksaan petugas pendaftaran, ditemukan bahwa jumlah anggota dalam Lampiran 2 Model F2-Parpol, tidak sesuai dengan jumlah anggota yang tertera pada aplikasi SIPOL yakni sebanyak 360 anggota.

Artinya, dalam pemeriksaan terhadap salinan KTA dan KTP Elektronik ditemukan kekurangan sebanyak 2 buah. “Ya, sisip. Kurang tipis,” ujar Ando, sapaan singkat Orniando kepada rmolsumsel usai menyerahkan dokumen itu di sekretariat KPU.

Kekurangan itu, ditegaskan Ando, akan segera mereka lengkapi petang ini juga. “Karena kurangnya tipis, sore ini kita lengkapi (KTA/ KTP)-nya kalau terkejar,” imbuh dia.

Pihaknya mengaku tidak tahu darimana letak kesalahan data yang ada di Sipol dengan dokumen hardcopy yang mereka miliki. Sebab, jumlah KTA/ KTPnya sudah mereka hitung sendiri secara manual, dan jumlahnya memang segitu/ pas.

“Yang jelas, untuk di daerah, jumlah anggotanya kan harus berdasarkan Sipol. Namun itu tadi kendalanya, jumlah yang dikirim kadang meleset ketika keluar di Sipol. Ya mungkin ini karena terjadi tarik ulur di pusat,” jelasnya.

Atas kekurangan tersebut, petugas pendaftaran meminta parpol yang bersangkutan untuk melengkapi berkas dan selanjutnya menyerahkan dokumen yang telah dilengkapi kembali dalam masa pendaftaran hingga batas waktu yang telah ditentukan, yaitu tanggal 16 Oktober 2017. Proses pemeriksaan dokumen parpol tersebut memakan waktu lebih kurang dua jam dan disaksikan oleh Panwaslu Kabupaten OKU.[RMOL]

Beri komentar