Home » Berita » Polisi Tetapkan Pegawai Kelurahan Bayunglencir Tersangka Pungli PTT Dinkes - Trijaya FM Palembang

Polisi Tetapkan Pegawai Kelurahan Bayunglencir Tersangka Pungli PTT Dinkes

Sekayu, BP–Setelah dua kali mangkir dari panggilan polisi, akhirnya pada Senin (9/10) sekitar pukul 14.00 Mega datang ke Polres Musi Banyuasin. Dari hasil pemberkasan terhadap pegawai Kelurahan Bayunglencir ini, kasus pungutan liar (pungli) penerimaan dan pengangkatan pegawai tidak tetap (PTT) medis Dinkes Muba pun terbongkar secara jelas.

Dalam pemeriksaan di ruang Pidana Korupsi (Pidkor) Polres Muba, Mega mengaku pernah menghilangkan barang bukti (BB). Pada kurun waktu antara dirinya diperiksa Inspektorat Muba pada awal kasus ini mencuat hingga lari dari pemanggilan polisi, Mega telah membakar berkas dokumen kwitansi setoran uang korban yang ada.

“Satuan Reserse Kriminal (Satres) Pidkor Polres Muba, menetapkan Mega tersangka dan langsung menahannya di Mapolres Muba,” kata Kapolres Muba AKBP Rahmat Hakim, SIK, melalui Kasat Reskrim Polres Muba AKP Kemas Muhammad Syawaludin Arifin, SIK, SH.

Polisi juga berhasil membongkar jalinan kasus pungli ini. Dari pengakuan, Mega diketahui bertugas mengumpulkan setoran siapa yang mau diterima  dan diangkat PTT Medis daerah maupun pusat. Adapun setoran itu bervariasi sekitar Rp30 juta PTT daerah dan Rp45 juta PTT pusat.

Alur pungli juga diketahui telah berlangsung menahun. Mega terlibat aksi pungli penerimaan dan penangkatan PTT medis diakui  sejak tahun 2015. Mega disinyalir sebagai pengepul canggih meningitis dirinya yang seorang pegawai biasa di Kelurahan Bayung Lencir yang jauh dari Sekayu, tempat Dinkes Muba berada. Ditengarai aksinya dibekingi oknum pejabat Dinkes Muba.

Kemampuan memastikan jumlah uang per orang agar lulus dan pengetahuan Mega atas jumlah posisi PTT sesuai besaran anggaran di Dinkes Muba dijadikan pintu masuk penelusuran aliran uang.

Akibat maraknya aduan, Mega juga sempat dikejar banyak orang. “Mega telah mengembalikan sebagian uang milik korbannya,” tegas Kemas.

Sebagian uang setoran korban itu digunakan memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan sekolah anak. “Pastinya luar biasa sepak terjang Mega, mampu mengantongi uang miliran rupiah dari setoran PTT medis itu. Polisi akan melakukan pengembangan kasus Mega ini,” janji Kemas.

Diprediksi masih banyak korban yang telah menyetor uang menjadi PTT Medis itu. “Korban bisa langsung melapor dan bawa barang bukti berupa kuintansi ke ruang Pidkor Polres Muba,” harapnya.

Kepala  Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (KPSDM) Kabupaten Muba Sunaryo, SSTP, MM mengatakan, pasca Mega ditetapkan tersangka dan ditahan Polres Muba tentunya Mega akan diberhentikan sementara.

Ini sesuai PP No 53 tahun 2010, tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. “Bila dijatuhi hukuman empat tahun lebih, bisa diberhentikan status ASN,” katanya. #arf 

Beri komentar