Home » Berita » JUAL POTENSI DAERAH KE LUAR NEGERI, INI KERJAAN SENATOR KITA..

JUAL POTENSI DAERAH KE LUAR NEGERI, INI KERJAAN SENATOR KITA..

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan potensi daerahnya. Untuk memperkenalkannya ke masyarakat dunia maka diperlukan langkah strategis menuju Indonesia mendunia.

Untungnya DPD ingin segala potensi yang ada di daerah teroptimalisasi dengan baik. Untuk mendorong itu, DPD menggelar diskusi khusus yang bertajuk Regional Diplomatic Meeting (RDM) di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau dari 14 sampai 16 November ini.

Acara ini digelar untuk memperkenalkan daerah kepada luar negeri dan menarik investasi dari luar. Pihak yang hadir antara lain 24 perwakilan Pemprov, 28 perwakilah negara sahabat, dan 22 anggota DPD.

Ketua Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD Bahar Ngitung mengungkapkan, pihaknya berperan sebagai fasilitator. Lewat acara itu ‎diharapkan terjalin komunikasi yang lebih erat antara daerah dan luar negeri. Dengan demikian, masing-masing pihak bisa menemukan peluang-peluang baru untuk kerja sama dan investasi di berbagai sektor yang saling menguntungkan.

“DPD ingin daerah maju, Indonesia jaya,” ucapnya saat pembukaan acara sebagaimana diberitakan RMOL (Induk RMOLSumsel), Rabu (15/11).

Lewat kegiatan ini, kata dia, akan terjalin komunikasi antara daerah dengan para diplomat. Masing-masing daerah yang memiliki potensi khas dapat “jualan” ke para diplomat yang datang. “Tak hanya sampai di sini, DPD juga akan melaporkan ke Presiden dan kementerian terkait. Saya kira baru DPD yang melakukan hal ini,” ungkap Bahar.

‎Untuk mengoptimalkan usaha itu, DPD juga akan membentuk kelompok kerja monitoring kerja sama daerah-luar negeri. Diskusi itu akan menjadi pusat data base dan pertukaran informasi kerja sama daerah-luar negeri sekaligus menjadi tempat untuk menyelesaikan masalah-masalah yang berpotensi muncul.

“Harapannya, dengan adanya acara ini, sinergi antar-stake holder bisa selalu tercipta dan hubungan kerja sama daerah-luar negeri bisa berdampak nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan daerah,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Bahar juga mendorong pembangunan Jembatan Batam-Bintan, yang sudah lama terbengkalai. Dengan terhubungnya Bintan dengan Batam, dia yakin gap pembangunan dan kesejahteraan kedua daerah itu segera berakhir‎.

“Kami dorong sekuat tenaga. Jembatan ini penting untuk akselerasi perekonomian. Dalam rapat dengan Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) dan lainnya nanti, kami akan sampaikan,” janjinya.

Wakil Ketua DPD Darmayanti Lubis ikut memberi penjelasan. Kata dia, diskusi itu semata-mata untuk memajukan daerah. Sebab, kedatangan para diplomat dan orang-orang berpengaruh ke daerah selama ini tidak dimaksimalkan dengan baik.

“Acara ini sudah yang kedua, sebelumnya di Makassar. Jadi, tujuannya memasarkan daerah ke para diplomat. Seperti produk-produk, wisata dan apa saja yang bisa dikerjasamakan. Itu dulu pusat yang melakukan, sekarang kami mau menjadi jembatan. Ini akan bergilir di berbagai daerah,” terangnya.

Darmayanti juga berjanji akan mendorong kemajuan daerah lewat legislasi. Saat ini, terus memperjuangkan pengesahan Undang-Undang Kepulauan. “Ini Undang-Undang inisiatif DPD. Yang mengesahkan nanti tetap DPR. Mohon kami didoakan,” ungkapnya.[rik]

Beri komentar