Home » Berita » OPERASI ZEBRA MUSI, PETUGAS KENAKAN BAJU PAHLAWAN DAN ADAT

OPERASI ZEBRA MUSI, PETUGAS KENAKAN BAJU PAHLAWAN DAN ADAT

Jajaran Polres Ogan Komering Ulu (OKU) menggelar operasi zebra musi lanjutan pada Selasa (14/11).

Razia yang dilakukan di depan RSUD Ibnu Soetowo Baturaja pada pagi tadi itupun terasa spesial.

Ya. Para polisi yang bertugas, ada diantaranya yang menggunakan kostum pahlawan dan pakaian ada saat menjalani tugasnya.

Mereka melakukan hal itu karena berkaitan dengan peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November lalu.

Seperti yang digunakan salah satu anggota, Aiptu Edi Marosa yang mengenakan pakaian pahlawan. Kemudian Brigadir Inengah Deka yang memakai pakaian adat Jawa.

Adapula Brigadir Ongki yang mengenakan pakaian Soekarno. Selain itu, Bripka Bambang, yang mengenakan pakaian adat Jawa dengan kumis melintang mirip Pak Raden.

Mereka tetap melakukan pengaturan lalulintas dan pemeriksaan surat-surat dalam razia tersebut.

Kapolres OKU melalui Kasat Lantas AKP Candra Kirana mengatakan penggunaan pakaian pahlawan dan adat dalam razia ini dalam rangka memperingati hari Pahlawan.

Tindakan yang dilakukan, kata Kasat, selain penindakan pelanggaran juga berupa tilang. Pihak kepolisian lanjutnya juga melakukan tindakan preventif bagi pengendara yang melakukan pelanggaran ringan.

“Yang kita bidik pelanggaran ringan atau pelanggaran potensi keselamatan kecelakaan seperti tidak memakai helm dan spion,” katanya.

Nah, bagi mereka yang terjaring, pihaknya kata Kasat, menanyakan kepada mereka salah satu nama pahlawan nasional.

“Kalau tidak tahu ya tetap kita tilang. Kalau mereka bisa jawab tidak kita tilang, tapi hanya sebatas teguran. Mengapa kita lakukan hal ini, dalam rangka momen hari Pahlawan,” jelasnya.

Selain itu dalam melakukan operasi zebra musi ini, 80 persen berupa Penindakan. 20 persen yakni tindakan preventif dengan memberikan himbauan kepada pengguna jalan.

Pada giat itu juga, mereka menyiapkan mobil Bank BRI, sehingga pengguna jalan atau pengendara yang terkena tilang bisa langsung membayar tilang yang dilakukan melalui e-tilang di mobil layanan Bank BRI.

Hingga di hari 13, dalam razia operasi zebra musi, pihaknya mencatat ada 2015 tilang kendaraan bermotor. Terdiri dari 60 persen pelanggaran administrasi, 40 persennya potensi parkir sembarangan.

“Untuk kendaraan yang ditilang atau dikandangkan sekitar 300an unit. Namun sebagian sudah ditebus dan ditukar barang-bukti dengan STNK. Rata-rata kendaraan roda dua,” jelas Kasat. [RMOL]

Beri komentar