Home » Berita » Sejak Berdiri Ombudsman Sumsel Baru 705 Laporan

Sejak Berdiri Ombudsman Sumsel Baru 705 Laporan

PALEMBANG – Keberadaan Ombudsman RI sebagai pengawas pelayanan publik belum terlalu banyak dikenal masyarakat terutama di Sumatera Selatan.

Sejak berdirinya Ombudsman Perwakilan Sumatera Selatan tahun 2012 baru sekitar 705 laporan yang masuk dari jumlah penduduk 8 jutaan jiwa di Sumatera Selatan atau baru sekitar 0,008 persen.

Hal ini terungkap dalam acara Diskusi Dulur Ombudsman RI Wilayah Sumsel,  Selasa, (14/11/2017) di Hotel Horison Ultima Palembang.

“Rata-rata pengaduan yang masuk soal keluhan pungli pengurusan sertifikat tanah dan penanganan hukum kasus dikepolisian,”ujar Agung Pratama Asistan Ombudsman RI wilayah Sumsel usai pemaparan materi.

Selain itu juga ada keluhan soal, BPJS,
kelistrikan,  pelayanan IMB,  KTP dan lain sebagainya.

Sementara,  PLT Kepala Ombudsman RI perwalan Sumsel Astra Gunawan mengatakan perlunya peran serta masyarakat untuk aktif dalam permasalahan pelayanan publik yang dikeluhkan terutama pelayanan publik pemerintah.

“Laporan dari masyarakat sangat penting untuk menjadi dasar menindaklanjuti masalah pelayanan publik, “ujarnya. (FK)

 

 

Beri komentar