Home » Berita » Sumsel Daerah Rawan Pilkada - Trijaya FM Palembang

Sumsel Daerah Rawan Pilkada

Palembang, BP

Pimpinan Bawaslu RI Mochammad Afifuddin STHi Msi menilai kalau Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) termasuk daerah yang rawan dalam pelaksanaan pilkada.
Dia merujuk,  dalam pilkada Palembang beberapa tahun lalu yang ujungnya bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK) lantaran perbedaan selisih hasil pilkada.
Karena menurutnya, untuk menilai kerawanan pilkada ada tiga variable di pilkada 2018, karena indeks kerawanan pemilu yang dipakai selama ini melihat tiga aspek penting yaitu diantaranya soal penyelenggaraannya dan pengawasannya.
Untuk itu Bawaslu Sumsel membuat pojok pengawasan untuk mendekatkan Bawaslu dengan masyarakat.
“Ini bagian dari upaya mendekatkan diri dengan masyarakat sebagai bentuk aktivitas pusat pengawasan partisipatif yang kita buat,” katanya, usai acara sosialisasi tatap muka kepada stekholder dan masyarakat pada pemilihan Gubernur, bupati dan walikota tahun 2018 di provinsi Sumsel dan Launcing Pusat Pengawasan Partisipatif di Provinsi Sumsel , Jumat (17/11) di halaman kantor Bawaslu Sumsel.
Selain itu, Bawaslu memiliki kewenangan di perluas dari sisi huku bertugas melakukan pencegahan seperti acara berlangsung hari ini.
“Kita melakukan pengawasan dan penindakan dan ditindak itu tidak enak karena ada aturan dan pihak dikenakan aturan, ” katanya.
Dan lima bulan pertama pihaknya , menyiapkan muka tampak depan , ada logo dan tag line baru Bawaslu yaitu bersama rakyat awasi pemilu, bersama Bawaslu tegakkan keadilan pemilu.
“Bersama rakyat awasi pemilu semangatnya partisifatif dimana kita minta bantuan masyarakat karena pengawasan pemilu banyak potensi pelanggaran dibandingkan pengawasnya,” katanya.
Dan menurutnya jika tidak ada pengawasan masyarakat maka pengawasannya tidak akan maksimal.
Ketua Bawaslu Sumsel Junaidi SE Msi mengatakan,  sengaja mengadakan acara tersebut di halaman kantor Bawaslu Sumsel karena banyak orang tidak tahu kantor Bawaslu Sumsel sehingga pihaknya mengadakan kegiatan tersebut di kantor Bawaslu Sumsel untuk mensosialisasikan kantor Bawaslu Sumsel ini.
Dan kantor Bawaslu Sumsel satu satunya kantor diseluruh Indonesia memiliki hak milik dimana ini merupakan kepercayaan Pemprov Sumsel kepada Bawaslu Sumsel untuk mengelola gedung ini.
Tahun ini Bawaslu Sumsel akan membangun gedung baru dua lantai dibelakang kantor Bawaslu Sumsel saat ini yang merupakan bantuan Pemprov Sumsel.
Sehingga,  bulan Maret atau April gedung baru ini menjadi milik Bawaslu Sumsel.
Selain itu pihaknya sudah merekrut dan melantik 702 Panwascam.
“Kedepan kita akan membentuk Panitia Pangawas Lapangan (PPL) dan mengawas TPS, jadi kalau di total pengawas pemilu di Sumsel 40 ribu jumlah pengawas dan itu akan hadir di semua tingkatan di TPS ada di desa ada dikelurahan ada, kecamatan ada bahkan sampai provinsi, ” katanya.
Dan pihaknya ingin,  semua komponen masyarakat mempunyai naluri yang kuat menjadi pengawas pemilu.
“Ditangan bapak ibu sekalian kami titipkan pengawasan partisifatif, bersama sama kita mengawasi penyelenggaraan pemilu,” katanya.#osk

Beri komentar