Home » Berita » Ratusan Koperasi Tinggal Papan Nama

Ratusan Koperasi Tinggal Papan Nama

Palembang, BP — Pertumbuhan koperasi di Kota Palembang terbilang cukup signifikan terutama yang dibentuk oleh masyarakat. Dari total 1082 hampir setengahnya mati suri bahkan 146 diantaranya resmi dihapuskan oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Palembang Edwin Effendi, melalui Kepala Bidang Kelembagaan Vivi Novitrianti mengatakan, banyak permasalahan secara internal yang dihadapi koperasi Palembang sehingga membuatnya mati suri. “Maka untuk mengurangi kuantitas koperasi di Palembang, dilakukanlah penghapusan 146 koperasi oleh kementerian,” katanya.

Vivi mengatakan, 936 koperasi yang tersisa, diprediksi hampir setengahnya kini tinggal papan nama saja. Koperasi yang tidak aktif tersebut terkategori diantaranya tidak pernah melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sesuai ketentuan Peraturan Menteri No 19/2015 tentang penyelenggaraan RAT dan tidak menyampaikan laporan tahunan kepada Dinas Koperasi dan UKM.

“Dari 900an itu belum bisa dikatakan aktif semua, kita dalam waktu dekat mengusulkan kembali 300 koperasi yang sekarang sudah tidak aktif lagi untuk dihapuskan, selebihnya akan kita inventarisasi lagi,” katanya.

Menurutnya, pertumbuhan koperasi baru di Palembang cukup signifikan. Tahun lalu saja, ada 10 koperasi yang baru bentuk dan telah keluar SK dari pemkot. Nah, di 2017 ini 6 koperasi mendapatkan SK dan sisanya masih proses 7 koperasi lagi. “Tumbuh dan matinya koperasi ini kebanyakan yang dibentuk oleh masyarakat, bukan instansi pemerintah atau pun swasta,” katanya.

Dikatakannya, permasalahan yang terjadi rata-rata berasal dari pengurusnya sendiri tidak aktif, badan pengawas tidak berjalan dengan baik, anggota tidak aktif dan banyak tunggakan juga simpanan wajib tiap bulan tidak disetorkan anggota.

“Dalam 2 tahun terakhir, koperasi banyak tumbuh di lingkungan masyarakat dan kebanyakan yang tidak aktif lagi itu pun yang dibentuk masyarakat,” jelasnya.

Koperasi yang terbentuk pada awalnya adalah simpan pinjam. Namun, dalam perkembangannya mengarah ke produk konsumtif. Di 2017 ini berkembang ke usaha minimarket. “Kesadaran masyarakat yang terbentuk adalah, bahwa koperasi ini dapat menjadi wadah ekonomi kerakyatan dan untuk kesejahteraan anggotanya,” ujarnya. #pit

Beri komentar