Home » Berita » Parpol dan Kandidat Tidak Boleh Tutup Mata Soal DPT - Trijaya FM Palembang

Parpol dan Kandidat Tidak Boleh Tutup Mata Soal DPT

PALEMBANG – Partai Politik dan kandidat sudah seharusnya juga ikut peduli, mengawasi dan memastikan hak pilih masyarakat di Pilkada Serentak Sumsel 2018 terutama terkait basisnya. Apalagi saat ini pemutahiran data pemilih sudah memasuki tahap Coklit atau pencocokan dan penelitian oleh KPU.

Menurut Pengamat Pemilu Kurniawan dalam sebuah diskusi Anda BICARA BP TRIJAYA FM, Dipo Cafe dan Jaringan Alumni Aktivisi FISIP Unsri (Jaafis UNSRI), seringkali partai politik ataupun kandidat mengabaikan persoalan pemutahiran data pemilih padahal hal ini bisa menjadi pangkal dari persoalan kekisruhan Pilkada terkait data pemilih yakni kemungkinan banyak yang golput atau tidak bisa memilih.

“Apa yang dilakukan oleh KPU mulai dari coklit perlu mendapatkan pengawasan yang tidak hanya dari Panwas tetapi juga dari kontestan untuk ikut terlibat, apalagi partai pendukung memiliki basis hingga tingkat desa,”katanya.

Dia menambahkan persoalan DPT ini sering menjadi materi gugatan di Mahkamah Kontitusi oleh kandidat yang kalah. “Hal ini akan mendapatkan kendala jika sejak awal DPT sendiri tidak dikawal,”ujarnya, Minggu malam (28/1/2018).

Hal yang sama juga disampaikan oleh Komisioner KPUD OKI Dery Siswadi. Proses Coklit membutuhkan peran panwas serta masyarakat termasuk parpol dan tim kandidat agar konstituennya atau basisnya dipastikan masuk dalam DPT nantinya.

“Apalagi dilapangan seperti di Kabupaten OKI sering ditemukan terkait dengan data kependudukan pemilih yang tidak lengkap sehingga membutuhkan pendampingan untuk bisa memperoleh haknya sesuai dengan aturan yang berlaku,”katanya.

Mengenai DPT ini pihaknya mencoba menyelesaikan persoalan DPT dari tingkat bawah melalui Pleno bertingkat yang diikuti komponen yang berkait seperti Panwas dan tim sukses.

Sementara Tokoh Muda Palembang Qodri Usman Siregar mengatakan peran pemuda untuk aktif ambil bagian memastikan diri terdaftar dalam DPT sangat penting. “Apalagi pemilih muda di Sumatera Selatan cukup tinggi jangan sampai justru pemilih muda malah gak bisa ikut memilih akibat persoalan administrasi,”katanya.

Problem pemilih muda terutama keluarga muda yakni sering pindah-pindah tempat, hal inilah yang kadang-kadang membuat persoalan dalam pendataan pemilih. (FK)

Beri komentar