Home » Berita » Lakukan Rekapitulasi, KPU Sumsel Diseret Ke DKPP RI - Trijaya FM Palembang

Lakukan Rekapitulasi, KPU Sumsel Diseret Ke DKPP RI

PALEMBANG– Karena diduga telah melakukan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumsel bakal diseret atau diadukan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

Hal ini diungkapkan Tim kuasa hukum Penggiat demokrasi RM Ishak Badaruddin SMHK yakni Alamsyah Hanafiah SH MH bersama rekan-rekannya Herman Hamzah SH, Kgs Bahori SHI, Anwar Sadad SH dan Neko Ferlyno SH CPL saat ditemui di Kantor KPU Sumsel Rabu (11/7).

Dikatakan Neko Ferlyno SH CPL didampingi rekannya Herman Hamzah SH, pihaknya akan melaporkan KPU Sumsel ke DKPP RI karena mereka menilai proses rekapitulasi yang dilakukan oleh KPU Sumsel beberapa waktu yang lalu telah menyalahi kode etik karena saat ini pihaknya tengah melakukan gugatan ke PTUN terkait SK Penetapan Paslon yang dikeluarkan oleh KPU Sumsel.

“Saat ini, klien kami yakni RM Ishak Badaruddin tengah melakukan gugatan ke PTUN dengan nomor perkara 39/g/2018/PTUN.plg. Dimana dalam gugatan tersebut KPU Sumsel duduk sebagai tergugat karena telah mengeluarkan SK Nomor 1/PL.03.3-KLT.16/PROV/II/2018 tentang penetapan calon peserta pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur” ungkap Neko.

Menurut Neko, pihaknya juga telah melayangkan surat tertulis kepada KPU Sumsel untuk menunda proses rekapitulasi dan proses pengumuman pemenang Pilkada sampai proses gugatan di PTUN mempunyai kekuatan hukum tetap.

“Kita sudah melayangkan surat tertulis yang meminta pihak KPU Sumsel untuk menunda proses rekapitulasi dan proses pengumuman Pemenang Pilkada Gubernur namun tidak mendapat tanggapan. Kami berharap pihak KPU Sunsel dapat menghormati marwah peradilan kita, karena gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara sedang berjalan” jelas Neko.

Karena tidak diindahkannya proses hukum yang sedang berjalan tersebut maka kami memutuskan untuk membawa permasalah ini ke DKPP RI. “Dalam waktu dekat kita akan melaporkan masalah ini ke DKPP RI karena jelas ini sudah melanggar kode etik” pungkas Neko. (Her)

Beri komentar