Home » Berita » Mendes PDTT Ingatkan Dana Desa Harus Swakelola - Trijaya FM Palembang

Mendes PDTT Ingatkan Dana Desa Harus Swakelola

Palembang, BP — Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengingatkan agar pengelolaan dana desa mulai 2018 ini harus sepenuhnya dilakukan secara swakelola oleh masyarakat desa setempat.

“Kenapa harus swasekola, itu agar manfaat dari program dana desa dapat langsung dirasakan masyarakat,” ungkap Menteri Eko, di sela-sela peninjauan program padat karya, di Desa Pangkalan Gelebak, Kabupaten Banyuasin, Selasa (13/7).

Menurut Eko, sebenarnya aturan pelaksanaan swakelola ini sudah berjalan dari tahun-tahun sebelumnya. Namun masih dibatasi aturan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Dimana, untuk proyek yang nilainya lebih dari Rp200 juta harus dilaksanakan oleh kontraktor.

Maka dari itu, kata dia, Presiden Joko Widodo meminta agar aturan tersebut dapat diubah. Sehingga mulai tahun ini semua penggunaan dana dana harus sepenuhnya di swakelolakan oleh masyarakat desa setempat.

“Artinya tanpa harus melibatkan kontraktor lagi,” singkat Eko.

Dijelaskan Eko, jika pengelolaan dana desa ini menggunakan jasa kontraktor maka uang yang dihasilkan tidak akan berputar di desa tersebut. Dengan adanya aturan baru tersebut nantinya dana desa wajib di swakelolakan.

“Selain itu, 30 persen dari nilai proyek yang dikerjakan wajib diperuntukan bagi upah pekerja,” tuturnya.

Dengan upah yang di dapatkan masyarakat desa tersebut, sambung dia, tentunya masyarakat setempat akan mendapatkan sumber pendapatan baru dari adanya proyek dana desa. Hingga bisa dipergunakan untuk pengeluaran sehari-hari dan efeknya bisa menggerakkan perekonomian di desa tersebut.

Terkait kunjungan kerja bersama Presiden RI Joko Widodo di Desa Pangkalan Gelebak, Banyuasin. Eko mengatakan jika kegiatan tersebut guna memastikan penggunaan dana desa tepat sasaran dan tanpa melibatkan kontraktor dalam pelaksanaanya.

“Kita juga ingin melihat langsung seperti apa dana desa ini dapat bermanfaat bagi masyarakat desa,” tambah dia.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengatakan, padat karya ini merupakan program dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi guna mempercepat pembangunan di desa. Kegunaanya untuk membangun jalan, MCK, posyandu, irigasi dan sebagainya yang tentunya dibutuhkan bagi masyarakat desa tersebut.

Pada kesepatan itu, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga sempat berkomunikasi langsung kepada sejumlah pekerja yang tengah mengerjakan proyek pengecoran jalan desa.

“Saya tadi juga tanya ke pekerjanya dan dikatakan mereka mendapatkan upah sebesar Rp95 ribu per hari. Artinya kan dengan cara swakelola seperti itu maka masyarakat sekitar dapat langsung merasakaan manfaat dari proyek yang ada di desa mereka,” jelasnya.

Suami dari Iriana Jokowi tersebut juga menambahkan, kurun empat tahun terakhir Pemerintah Pusat sudah mengalokasikan dana desa sekitar Rp187 triliun dan setiap tahunnya yang diterima desa diupayakan akan terus meningkat.

“Dana desa ini sangat efektif untuk mempercepat pembangunan desa sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa,” pungkas Jokowi. #rio

Beri komentar