Home » Berita » Penerjemahan Alquran Ke Baso Palembang, Masuk Pembahasan Draft Final - Trijaya FM Palembang

Penerjemahan Alquran Ke Baso Palembang, Masuk Pembahasan Draft Final

Palembang, BP
Tim Penerjemah Alquran kedalam baso Palembang dari Universitas Islam Negeri (UIN ) UIN Raden Fatah Palembang kini memasuki pembahasan draft final hasil penerjemahan Alquran ke dalam Baso Palembang.
DR. Zainal Berlian, S.H., MM., D.B.A yang merupakan Wakil Rektor II UIN RF Palembang dalam kegiatan Workshop Draft Final Terjemahan Alquran Baso Palembang, di Hotel Emilia, Selasa (7/8). mengatakan hasil kerja tim direncanakan akan dicetak dan disebarkan
“Begitu selesai akan di cetak dan dibagikan ke masjid, surau, dan beberapa tempat lainnya.
” Dalam kesempatan ini saya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Agama RI yang telah menpercayakan kepada UIN Raden Fatah Palembang untuk menejemahkan Alquran ke Baso Palembang, “ kata Zainal Berlian.
Sedangkan Puslitbang Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI yang diwakili DR. Ali Fahruddin yang membuka “Workshop Pembahasan Draft Final Penterjemahan Alquran ke dalam Bahasa Palembang” mengatakan, dengan adanya terjemahan ini paling tidak bisa melestarikan dan meminimalisasi kepunahan Baso Palembang.
Ali Fahruddin mengatakan editing, validasi penelaahan apa yang sudah diterjemahkan oleh Tim penterjemah. Lalu diseminarkan dua kali, serta dilayout. “Mudah-mudahan Alquran terjemah bahasa Palembang bisa sampaisegera di launching,” ujarnya.
DR. Alfi Julizun Azwar, M.Ag yang merupakan Dekan Fakultas Ushuluddin dan Perbandingan Islam mengatakan, bahwa pihaknya telah membentuk Tim Penerjemah Alquran UIN Raden Fatah Palembang menyatakan bahwa Saat ini Tim Kerja sudah melakukan pembahasan draft final hasil penerjemahan Alquran ke dalam Baso Palembang.
Baso Pelembang Alus dipilih oleh Tim Penerjemah UIN Raden Fatah sebagai langkah awal yang dapat dilakukan supaya baso Palembang dapat dilestarikan, dan terhindar dari kepunahan.
“Karena sulitnya menterjemahkan Alquran ke Bahasa Palembang kita lakukan verifikasi secara kultural dan languistik. Karena ini menyangkut pemahaman. Kurang lebih dilakukan 10 kali rapat dan 2 kali sosialisasi di 2 Ulu dan 27 Ilir. Mereka memberi masukan dan kritikan. Ada 30 orang yang ikut workshop yang dilaksanakan 3 hari, 7-9 Agustus 2018. Ada 4 makalah yang dibahas diharapkan memberikan kontribusi validasi,” kata Alfi Julizum.#osk

Beri komentar