Home » Berita » Belajar Sejarah Harus Dilakukan Terobosan Untuk Generasi Milenial - Trijaya FM Palembang

Belajar Sejarah Harus Dilakukan Terobosan Untuk Generasi Milenial

 

 BP/DUDY OSKANDAR
Suasana berpoto Bersama saatLomba Cerdas Cermat (LCC) sejarah yang diadakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah Sumatera Selatan, yang digelar 4 sampai 5 September, dengan mengangkat tema menumbuh kembangkan nilai-nilai Kearifan Lokal, pada generasi muda untuk menghidupkan jati diri bangsa di gelar di SMAN Sumsel di Jakabaring, Palembang, Selasa (4/9).

Palembang, BP

Lomba Cerdas Cermat (LCC) sejarah yang diadakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah Sumatera Selatan, yang digelar 4 sampai 5 September, dengan mengangkat tema menumbuh kembangkan nilai-nilai Kearifan Lokal, pada generasi muda untuk menghidupkan jati diri bangsa di gelar di aula SMAN Sumsel di Jakabaring, Palembang, Selasa (4/9).

Menurut Kasi Pengumpulan Sumber Sejarah, Kemendikbud RI , Drs Agus Hermanto mengapresiasi acara tersebut.

“Belajar sejarah di era kekinian khususnya generasi milenial perlu dilakukan terobosan menarik dalam seperti halnya hal cerdas cermat sejarah ini, kamipun diminta dimana Direktorat Sejarah baru saja menggelar olimpiade sejarah, pekan lalu ,” katanya.

Dia berharap acara ini bisa menelurkan bibit-bibit unggul yang nantinya mensuport kepersertaan olimpiade sejarah di tingkat nasional.

“Mari berkompetisi dengan baik mudah-mudahan yang juara bisa kita teruskan ke tingkat nasional,” katanya.

Sedangkan Ketua MGMP Sejarah Sumsel, Mery Anggraini mengatakan dalam kegiatan ini sebanyak 4 Kabupaten Kota yang tidak ikut andil dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) sejarah yang diadakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah Sumatera Selatan, yang digelar 4 sampai 5 September

“OKU Induk , OI, OKUS dan Kota Lubuk Linggau yang tidak ada perwakilan untuk mengikuti lomba,” kata Mery.

Mery menjelaskan memang ada 4 kabupaten kota yang tidak hadir perwakilannya, sampai tutup pendaftaraan 29 Agustus kemarin, hal ini dilakukan karena masalah komunikasi pada bulan ini.

“Jadi untuk mencukupi kuota 27 peserta, kami ambil dari SMA di kota Palembang, yang mana target semestinya kami adalah 17 kabupaten / kota ada keterwakilannya,” katanya.

Ketua MGMP berharap mudah-mudahan kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan MGMP Sejarah khusus dan kedepannya dari LCC ini pihaknya akan menuju Olimpiade Sejarah yang digelar oleh Direktorat Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kita akan mengambil pemenangnya dilomba ini yang akan kita ikutkan ke tingkat Nasional yaitu Olimpiade Sejarah,” katanya.

Hal senada kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Melalui Kasi Kurikulum, Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumsel, Arwan katakanlah tidak ada intruksi khusus untuk setiap kabupaten kota jika kegiatan ini.

“Surat memang sudah kita sampaikan ke kabupaten kota, mungkin ada yang lain, cuma kita berharap kedepannya setiap kabupaten kota bisa terpisah, ini kan untuk Sumsel,” katanya.

Lomba Cepat Tepat Sejarah ini juga berhubungan dengan dengan Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan Pendidikan dan pendidikan dan Diknas Sumsel.#osk

Beri komentar