Home » Berita » Prabowo Diskor Minus 3, PAN: Penilaian Subyektif Kubu Jokowi - Trijaya FM Palembang

Prabowo Diskor Minus 3, PAN: Penilaian Subyektif Kubu Jokowi

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin memberi skor bagi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno minus tiga. PAN membela pasangan yang diusungnya dan menyebut itu hanya pandangan subyektif kubu Jokowi-Ma’ruf.

“Itu hanya penilaian sepihak dan subjektif kubu Jokowi. Kalau penilaian seperti itu, skorsnya bisa suka-suka. Apalagi, yang disampaikan itu juga belum terukur secara faktual,” ujar Wasekjen PAN Saleh Daulay kepada detikcom, Sabtu (13/10/2018).

Menurut Saleh, wajar bila penilaian terhadap diri sendiri mendapat poin baik. Dia menyebut, skor yang dibuat oleh TKN Jokowi-Ma’ruf bukan representatif dari penilaian rakyat.

“Kalau yang dinilai sendiri ya bagus aja. Tapi kalau rakyat yang menilai kan beda. Mereka lebih menekankan penilaian atas apa yang mereka rasakan. Faktanya, rakyat merasakan kesusahan di mana-mana,” tutur Saleh.

Saleh juga mengomentari soal pidato Presiden Jokowi di IMF-World Bank yang memberikan analogi hubungan antarnegara maju ibarat dalam serial ‘Game of Thrones’. Pidato Jokowi itu banyak dipuji. Meski begitu, Saleh menilai pujian tersebut juga bersifat subyektif.

“Terkait pidato yang katanya bagus, itu murni penilaian subjektif. Pasalnya, kalau masyarakat ditanya mereka belum tentu tahu apa itu Game of Thrones tersebut. Kalau Game of Thrones itu saja tidak paham, lalu bagaimana mereka memahami arah pidato itu,” ucap anggota DPR RI itu.

Saleh menilai pidato Jokowi tidak pada tempatnya apabila dimaksudkan untuk meraih dukungan pada Pilpres 2019. Ia lalu menyindir soal kenaikan harga BBM non-subsidi.

“Yang penting bagi masyarakat bagaimana sekarang ini adalah agar persoalan hidup sehari-hari mudah. Listrik, BBM, gas, dan kebutuhan pokok lainnya tidak naik. Kalau pidato itu, biarlah konsumsi direktur IMF dan perwakilan negara-negara yang hadir. Sekali lagi, masyarakat belum tentu paham. Atau bahkan, mereka belum tentu peduli dengan retorika,” beber Saleh.

Sebelumnya diberitakan, Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto, menyebut Jokowi punya skor 5 melawan Prabowo Subianto yang disebutnya minus 3. Ia merinci hal yang dianggap jadi unggulan Jokowi ketimbang Prabowo.

Lima poin keberhasilan Jokowi itu adalah pembukaan Asian Games 2018, pengambilan nomor urut peserta Pilpres 2019, momentum kampanye damai, sambutan pembukaan Asian Para Games, dan pidato dalam pertemuan IMF-World Bank yang memberikan analogi hubungan antarnegara maju ibarat serial ‘Game of Thrones’.

Bahkan Hasto menyebut Prabowo telah kalah 3 langkah atas sikap dan pernyataan yang dianggap merugikan pihaknya dan Sandiaga. Salah satunya adalah soal ikut menyuarakan kebohongan penganiayaan Ratna Sarumpaet.

“Bahkan seandainya pidato Pak Prabowo yang bersifat negatif dan bernada mengancam seperti ancaman ‘Indonesia Bubar’, pidato kebohongan terencana kasus oplas Ratna Sarumpaet, dan pidato ‘ekonomi kebodohan’ yang kesemuanya bernada negatif tanpa basis nilai kenegarawanan yang kuat, maka skor Pak Prabowo berkurang menjadi minus,” ungkap Hasto.
(elz/fdn)

Beri komentar