Home » Berita » Debat GNPF-U vs Kapitra Soal Posisi Pengacara Habib Rizieq - Trijaya FM Palembang

Debat GNPF-U vs Kapitra Soal Posisi Pengacara Habib Rizieq

Kapitra Ampera. Foto: Ari Saputra

Jakarta – Status Kapitra Ampera sebagai pengacara Habib Rizieq Syihab dipertanyakan oleh anggota GNPF-Ulama Damai Hari Lubis. Menurut Damai, Kapitra bukan lagi pengacara Habib Rizieq.

“Penerima kuasa GNPF Ulama bersifat tim/kolektif, di bawah koordinator saudara H Munarman. Maka Ketua Tim atau koordinator dapat menggantikan atau mengeluarkan anggota tim bila dianggap tidak kredibel atau selalu berhalangan,” kata Damai dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (8/11/2018).Damai lantas meminta Kapitra menunjukkan bukti masih sebagai kuasa hukum Habib Rizieq. Selain itu dia juga minta Kapitra tak lagi bertindak seolah sebagai juru bicara Habib Rizieq.

“Kepada Kapitra! Untuk kejelasannya agar tidak menimbulkan fitnah, namun di luar dari sifat kekhususan daripada surat kuasa, andai dia berbuat seolah jubir klien Kami IB HRS, maka kami minta surat penunjukkan (surat kuasa khusus) sebagai jubir beliau Imam Besar kami HRS,” ungkap Damai.

Dalam keterangan tertulis itu Damai juga mencantumkan pernyataan Munarman sebagai koordinator kuasa hukum Habib Rizieq. Salah satunya menyatakan pernyataan Kapitra terkait kasus Rizieq di Mekah adalah berita bohong.

Damai Hari Lubis (kiri).
Damai Hari Lubis (kiri). Foto: Ketua Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi) Damai Hari Lubis (kiri) di Bareskrim. (Denita-detikcom)

“Saya atas nama tim advokasi GNPF Ulama menyatakan segala yang disampaikan oleh Kapitra adalah hoax sepanjang Kapitra menyatakan dirinya mengatasnamakan sebagai kuasa hukum IB HRS, karena dia tidak berkualitas secara hukum sehingga tidak memiliki kapasitas hukum untuk mengomentari di luar permasalahan daripada isi kuasa yang pernah diterimanya, terlebih dirinya sudah bukan anggota GNPF Ulama maupun tim advokasi GNPF Ulama lagi,” tutur Munarman seperti disampaikan Damai.Menanggapi itu, Kapitra meminta Habib Rizieq sendiri yang mengklarifikasi hal tersebut. Menurut Kapitra, Damai tak berkompetensi untuk mewakili Habib Rizieq soal penentuan kuasa hukum.

“Saya minta Habib Rizieq Syihab yang saya hormati, tolong Habib klarifikasi apakah saya ini pengacara Anda atau tidak. Jangan orang yang tak kompeten itu bicara tentang kuasa yang Habib berikan,” kata Kapitra saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (8/11/2018).

Kapitra mengaku masih memiliki tanda bukti pemberian kuasa oleh Habib Rizieq. Dia masih mengumpulkan dokumennya secara lengkap sebelum menunjukkannya. Dia berencana mengungkap dokumen tersebut sekaligus saat melaporkan Damai ke polisi.

“Bahwa statement yang menyatakan saya menebar hoax bukan soal status hukum tetapi soal muatan berita-berita yang menyatakan HRS tidak pernah diperiksa oleh polisi Mekah soal bendera, tetapi saya menyatakan ada, berita ini saya jadikan alat bukti untuk hari Senin melaporkan saudara Damai Lubis ke Polda Metro Jaya. Saya akan perlihatkan ke penyidik kuasa yang saya terima dari HRS dan ada juga saya menerima kuasa dari HRS dkk, khusus bagi saya bertiga saja,” tutur Kapitra.

Dia menganalogikan, seseorang yang sakit apakah bisa diobati oleh rumah sakit. Menurutnya rumah sakit adalah lembaga sehingga tak bisa obati pasien. Sementara yang mengobati adalah dokter ataupun dokter spesialis.

“Mana ada surat kuasa diberikan ke lembaga?” kata Kapitra.

“Sebenarnya masalah ini sederhana saja, apa salahnya HRS (kirim) WA ke saya? Misal, ‘antum bukan lagi pengacara anna’,” kata Kapitra.

Lebih lanjut soal kasus Rizieq di Mekah, Kapitra menyarankan untuk melaporkan ke kepolisian setempat. Dia menanggapi pernyataan GNPF Ulama sebelumnya yang menyatakan kamera CCTV di rumah Habib Rizieq hilang sebelum bendera dipasang.

“Dua hari sebelum kejadian pemasangan bendera, kamera CCTV HRS dicuri tetapi tidak lapor polisi. HRS harus melaporkan ke polisi Mekah, pencurian kamera cctv di depan rumah. Di saat orang mencuri kemarin itu pasti terekam oleh recorder, sehingga sangat mudah untuk mendeteksi pelakunya. Dari sana pasti bisa diusut siapa pelaku yang memasang bendera hitam dengan kalimah tauhid di rumah HRS. Jika ingin tahu siapa yang memasang bendera itu bisa juga minta rekaman CCTV induk Kota Mekah karena seluruh suduh tanah haram atau Mekah dimonitor oleh CCTV, agar tidak tuding sana-sini yang akan melebarkan masalah sehingga masalah pokok justru mengabur,” papar Kapitra.

Kapitra mengaku terakhir bertemu Habib Rizieq di Mekah pada 15 September 2018 lalu. Foto rumah yang dipasangi bendera Tauhid yang tersebar di media sosial menurut Kapitra adalah pintu masuk satu-satunya kediaman Habib Rizieq di Mekah.

Kapitra juga menunjukkan surat kuasa yang diberikan kepadanya. Berikut surat kuasa tersebut:

Debat GNPF-U vs Kapitra Soal Posisi Pengacara Habib RizieqFoto: dok. Kapitra Ampera

 

Debat GNPF-U vs Kapitra Soal Posisi Pengacara Habib Rizieq
Foto: dok. Kapitra Ampera

(bag/tor)

Beri komentar