Home » Berita » FGD Penguatan Antara Badan POM Dengan Lintas Sektor Terkait - Trijaya FM Palembang

FGD Penguatan Antara Badan POM Dengan Lintas Sektor Terkait

Palembang, Sumselprov.go.id – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Palembang selaku instutisi yang memiliki tupoksi di bidang pengawasan obat tradisional dan suplemen kesehatan berkewajiban melindungi masyarakat dari produk yang tidak memenuhi ketentuan termasuk didalamnya adalah terkait publikasi/iklan produk Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan.

Sehubungan dengan hal tersebut, Balai Besar POM Palembang melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Perkuatan Pengawasan dan Tindak Lanjut Pengawasan Iklan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan dengan tema “Sinergitas Iklan dan Promosi Obat dan Makanan antara Badan POM dengan Lintas Sektor terkait”.

Acara dibuka langsung Kepala Balai Besar POM Palembang Dra. Hardaningsih Apt. MHSM bertempat di Aula Lt.2 BBPOM di Palembang, Jumat (14 Desember 2018).

Dalam paparannya dengan Judul Pengawasan Iklan di Wilayah Sumatera Selatan, Kepala Balai Besar POM menyampaikan syarat iklan harus objektif, jujur tidak ada manipulasi data, iklan harus jelas dan sebaiknya dikemas sedemikian rupa agar menarik perhatian dan iklan tidak menyinggung produk lain.

Selanjutnya disampaikan juga Iklan produk tradisional tidak boleh menampilkan adegan, gambar dan suara yag dianggap kurang sopan, tidak boleh mengunakankata-kata tokcer, manjur atau memberi janji bahwa obat tersebut pasti menyembuhkan dan tidak boleh menawarkan hadiah atau memberikan garansi kesembuhan, pungkas Dra. Hardaningsih Apt. MHSM mengakhiri paparannya.

Sementara Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Sumsel yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Seksi Sumberdaya Komunikasi Publik Dwi Karolita, S.Sos., MM dalam paparannya dengan Judul Media Sosial Sebagai Media Promosi dan Penjualan Online mengatakan dalam transaksi online antara penjual dan pembeli didasari rasa suka sama suka, dimana bila terjadi permasalah dalam transaksi biasanya pihak pembeli (customer) seringkali tidak berani untuk komplain selain dikarenakan malu juga tidak ada payung hukumnya, Kata Dwi mengawali paparannya.

Dwi Karolita juga menyampaikan pengertian Penjualan Online adalah melakukan aktifitas penjualan dan mencari calon pembeli sampai menawarkan produk atau barang dengan memanfaatkan jaringan internet yang didukung dengan seperangkat alat elektronik sebagai penghubung dengan jaringan internet.

Diakhir paparannya Dwi Karolita menghimbau bagi korban penipuan online agar melapor secara online ke kredibel.co.id , lapor.go.id (situs staf kepresidenan), cekRekening.id (situs kemenkominfo), bisa juga melapor ke Kantor Polisi/ cybercrimepolri.go.id atau lapor ke bank yang sama dengan penerima, juga bisa melalui Aplikasi LAPOR!-SP4N atau SMS ke 1708 dengan format ketik sumsel spasi isi aduan kirim ke 1708

Narasumber lain yang memberikan Materi yaitu dari KPID Prov.Sumsel dan Ketua YLKI Sumsel. Turut hadir dalam acara ini perwakilan dari TVRI dan TV Swasta, Komisi Penyiaran, Radio Sonora, Kepala Seksi Pengelolaan Media Komunikasi Publik Diskominfo Prov.Sumsel Irianora Bey, S.Sos beserta Staf, Kepala Sekretariat KPID Sumsel Nuriah, S.Sos dan Staf, Komisioner KPID Sumsel.

Beri komentar