Home » Berita » Hormati Usul Ikatan Dai Aceh, KPU: Kami Tak Bisa Paksa Capres Tes Alquran - Trijaya FM Palembang

Hormati Usul Ikatan Dai Aceh, KPU: Kami Tak Bisa Paksa Capres Tes Alquran


Wahyu Setiawan (Ari Saputra)

Jakarta – Ikatan Dai Aceh mendatangi kantor KPU terkait tes baca Alquran.KPU mengaku tidak memiliki kewenangan untuk menyelenggarakan tes tersebut, tapi menyambut baik inisiatif tes baca Alquran tersebut.

“Kami menghormati prakarsa tersebut sebagai bentuk aspirasi dan harapan masyarakat Aceh. Tapi memang, berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, KPU tidak punya kewenangan untuk memaksa pasangan calon presiden dan cawapres untuk mengikuti dan tidak mengikuti uji baca Alquran yang diinisiasi Ikatan Dai Aceh,” kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan, di kantornya, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (16/1/2019). 

Wahyu menyerahkan kepada tiap pasangan calon capres cawapres untuk mau mengikuti atau tidak tes tersebut. Namun, ia menegaskan, dalam UU Pemilu tak diatur syarat pencalonan capres untuk mengikuti tes baca Alquran.

“Berdasarkan UU 7/2017 tentang Pemilu, tidak disyaratkan atau tidak diwajibkan bagi calon presiden dan cawapres untuk mengikuti uji baca kitab suci masing-masing, tidak ada. Tetapi bukan berarti prakarsa dari Ikatan Dai Aceh itu sesuatu yang tidak baik. Kami menyambut baik prakarsa itu, dan kita kembalikan ke masing-masing capres-cawapres untuk mengikuti dan tidak mengikuti,” kata Wahyu.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dai Aceh Tgk Marsyuddin Ishak mengatakan kedatangannya ke KPU dilakukan untuk meminta masukkan terkait wacana tes tersebut. Ia mengatakan tes tersebut merupakan aspirasi masyarakat Aceh. Kini pihaknya masih menunggu konfirmasi surat resmi tiap kubu, baik Jokowi-Ma’ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, terkait kesediaan mengikuti tes tersebut.

Ia mengatakan maksud mengadakan tes baca Alquran itu untuk mengetahui kemampuan capres-cawapres membaca Alquran tanpa mendiskreditkan salah satu pihak. 

“Kami tidak mengatakan demikian. Kami cuma mau tahu kemampuan dalam membaca Alquran. Justifikasi ke sana kami tak pernah melakukannya,” ujar Marsyuddin. 

Marsyuddin mengaku tak kecewa meskipun KPU tak bisa memfasilitasi tes baca Alquran tersebut. “Nggak, namanya kita usaha, insyaallah ada berkah di balik ini semua,” ujarnya. (yld/gbr)

 

Beri komentar