Home » Berita » BPN ke Jokowi: Kebocoran Anggaran Nyata, Banyak Kepala Daerah Korupsi - Trijaya FM Palembang

BPN ke Jokowi: Kebocoran Anggaran Nyata, Banyak Kepala Daerah Korupsi

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menantang capres Prabowo Subianto membawa bukti soal kebocoran anggaran negara 25 persen ke KPKBadan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Unomengatakan fakta mengenai kebocoran anggaran itu nyata. 

“Kalau mau dibilang bukti, fakta, ya, kan ada. Nyata. Gimana kami mau bawa bukti ke KPK, itu kan sudah ada buktinya,” kata Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandiaga, Sufmi Dasco Ahmad, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/2/2019).
Dia mencontohkan soal kasus korupsi yang menjerat kepala daerah dan anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota. Menurut Dasco, kasus korupsi itu sama dengan kebocoran anggaran.

“Contoh banyak kepala daerah dan anggota DPRD (korupsi), baik dari partai koalisi pemerintah maupun nonpemerintah. Itu kan semua namanya kebocoran anggaran,” sebutnya.

Karena itu, Dasco tak setuju dengan tantangan Jokowi kepada Prabowo untuk melaporkan ke KPK. Menurut dia, pernyataan soal kebocoran anggaran itu seharusnya menjadi bahan introspeksi. 

“Jadi kalau saya ya, justru bukan soal lapor-melapor. Tapi bagaimana kita ini menghentikan atau mencegah kebocoran. Ya kita sama-sama prihatin. Dan nggak bisa disangkal bahwa sekarang kan banyak eksekutif, legislatif, yang kemudian terkena kasus,” kata Dasco.

Sebelumnya, Jokowi meminta Prabowo menunjukkan bukti dan tidak asal bicara soal kebocoran anggaran negara hingga 25 persen. Jokowi mengatakan 25 persen anggaran negara adalah jumlah besar. Ia meminta Prabowo melapor ke KPK jika ditemukan indikasi kebocoran anggaran negara.

“Kalau memang bocor sampai 25 persen, laporin saja ke KPK. Duit gede banget itu. Dulu 2014 coba diingat-ingat, 2014 katanya bocor Rp 7.200 triliun. Sekarang itu bocornya kalau 25 persen itu berarti Rp 500 triliun. Duitnya gede banget Rp 500 triliun,” kata Jokowi. (detik)

Beri komentar