Home » Berita » Panwaslu Jeddah Luruskan Isu Surat Suara Habis hingga TPS Tutup Lebih Awal - Trijaya FM Palembang

Panwaslu Jeddah Luruskan Isu Surat Suara Habis hingga TPS Tutup Lebih Awal

Jeddah – Pencoblosan Pemilu 2019 di Jeddah diwarnai isu-isu miring yang beredar di media sosial. Panwaslu LN Jeddah lalu memberi penjelasan.

Pencoblosan melalui TPS di Jeddah sudah berlangsung pada 12 April 2019 di tiga titik, yaitu kantor KJRI, Wisma KJRI, dan Sekolah Indonesia Jeddah. Sementara itu, pemungutan suara dengan metode Kotak Suara Keliling (KSK) dilaksanakan pada 8, 9, dan 12 April 2019.

“Pelaksanaan pemungutan suara berjalan dengan lancar walaupun di beberapa titik TPSLN sempat dihentikan sementara (30-60 menit) dikarenakan ada penumpukan antrean dan tidak tertib serta terjadi desak-desakan pemilih. Namun, setelah ditertibkan, pemungutan suara diseluruh TPSLN dilanjutkan sampai antrean terakhir pemilih yang sudah terdaftar baik DPTLN maupun DPKLN,” kata Ketua Panwaslu LN Jeddah Syamsul Jamal Mali dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/4/2019).

Syamsul mengatakan video yang beredar dengan narasi bahwa surat suara habis tidaklah benar. Yang benar, tim data dan verifikasi yang disiagakan oleh PPLN di setiap pintu masuk lokasi TPSLN sedang menjelaskan kepada pemilih bahwa pemilih DPKLN hanya bisa memilih di 1 jam terakhir jika surat suara masih tersedia.

“Namun pemilih yang sedang dijelaskan tersebut tidak terima atas penjelasan tim data dan verifikasi dan tidak mau memilih pada 1 jam terakhir karena takut kehabisan surat suara,” ungkapnya.

Panwaslu LN juga meluruskan isu yang beredar bahwa KPPSLN memprioritaskan pemilih yang akan memilih salah satu paslon tertentu adalah tidak benar. Kejadian sebenarnya adalah KPPSLN mendahulukan pemilih yang terdaftar di DPTLN dan mendaftarkan pemilih terdaftar menjadi DPKLN untuk dipersilakan menunggu atau kembali di 1 jam terakhir.

“Berita yang beredar terkait ditutupnya TPSLN lebih awal sehingga pemilih tidak menggunakan hak pilih adalah tidak benar. Kejadian sebenarnya adalah pihak keamanan menerapkan buka-tutup di setiap gerbang lokasi TPSLN karena terjadi penumpukan pemilih,” jelas Syamsul.

Di Jeddah, pemilih Daftar Pemilih Khusus Luar Negeri (DPKLN) lebih banyak daripada Daftar Pemilih Tetap Luar Negeri (DPTLN). Oleh sebab itu, pemilih DPKLN bisa mencoblos lebih awal.

“Mari kita bersama-sama perangi hoax,” tutup Syamsul.

Beri komentar