Home » Berita » Logo Baru Gojek dan Kirab Merajut Nusantara - Trijaya FM Palembang

Logo Baru Gojek dan Kirab Merajut Nusantara

Palembang – Meski logo baru Gojek telah resmi di-launching secara nasional tanggal 22 Juli 2019 yang lalu, namun pengenalan dan sosialisasi terus mereka lakukan. Terlebih logo baru ini juga perlu penyesuaian di banyak tempat . Demikian diungkapkan oleh Teuku Parvinanda, Head of Regional Corporate Affairs Sumatera Gojek, kala sosialisasi logo baru mereka dan mengenalkan tim Kirab Merajut Nusantara di Palembang Senin, (12/8).

“Kami (Gojek) singgah di beberapa kota untuk bisa mengenalkan logo baru ini berikut dengan atribut baru yang akan digunakan oleh mitra kami”, ujar pria yang akrab disapa Andri ini.

“Jadi (pengenalan ini) bukan hanya kepada mitra go ride saja, tapi semua layanan. Ya go car, golife, merchant go food, dan lain sebagainya” ujar Andri.

Sementara itu, terkait Kirab Merajut Nusantara yang mereka gelar, menurutnya, ini adalah hal yang menarik. Sembari mengenalkan logo baru, mereka juga ingin memanfaatkan momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus. Ada  juga kegiatan ekspedisi di 11 titik, yang terdiri dari 4 pegunungan dan 7 perairan.

“Kegiatan ini mirip touring, yang dimulai dari 2 titik di Indonesia, yaitu barat dan timur dari Sabang sampai Merauke”, ujar Andri.  

“Start-nya sendiri dimulai tanggal 5 Agustus 2019 dan akan berakhir di 17 Agustus 2019 di Jakarta”, imbuhnya.

Akan ada 2 tim (kirab) dimana keduanya singgah di kotanya masing-masing sesuai rute yaitu rute barat dan timur.

“Kalau di Sumatera, tim ini singgah di Palembang, dimana sebelumnya mereka singgah di Sabang, Banda Aceh, Medan, Pekan Baru,  Duri dan lain sebagainya,” terang Andri.

Lantas, apa yang istimewa dari Kirab Merajut Nusantara ini ?

Fans klub liga Inggris Manchester United ini mengungkapkan bahwa Kirab ini akan mengangkat tema simbolis, yang erat kaitannya dengan kemerdekaan republik ini.

“Pada saat mereka singgah di suatu kota, akan ada hidangan khas yang akan disajikan. Jadi akan ada total 17 hidangan khas setempat yang sudah ditentukan” ujar Andri.

“Misal, di Palembang Sumatera Selatan, maka hidangan khasnya adalah pempek, di Banda Aceh  dengan Mie Acehnya atau di Padang dengan rendangnya” jelas Andri.

Peserta Kirab dan Kriterianya

Menurut Teuku Parvinanda, persiapan tim yang tidak lebih dari 10 orang ini tidak lebih dari 3 bulan. Yang menarik, anggota tim dibentuk dengan mekanisme yang telah mereka tentukan.

“Ketika singgah di suatu kota, kami menerapkan system estafet atau relay” jelas Andri. “Akan ada anggota tetapnya, tapi kami akan mengambil representasi di setiap kota  2 orang. Misalnya, untuk menuju ke Palembang, sudah ada 2 rekan dari Pekan Baru yang bergabung dengan tim inti. Nantinya tim ini akan ikut konvoi hingga Palembang” terang Andri .

“Sampai di Palembang, estafet diteruskan lagi ke 2 perwakilan lagi dari Palembang. Kemudian tim Palembang akan menuju Lampung. Di Lampung sudah disiapkan 2 orang lagi untuk meneruskan estafetnya. Begitu seterusnya,” terang Andri.

Pemilihan peserta ini menurut Teuku Parvinanda, juga ditentukan dengan kriteria tertentu, semisal senioritas, performa dan skill.

“Senioritas ini dalam arti sudah berapa lama mereka bergabung, performa dan karena ini berhadapan dengan alam, mereka juga harus punya skill yang memadai,” pungkas Andri

(Julian)

Beri komentar