Home » Berita » Perampok Wanita Hamil ditembak Polisi - Trijaya FM Palembang

Perampok Wanita Hamil ditembak Polisi

Palembang, BP

Iwan Kay (43), warga Desa Tanjung Kerang, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin harus berurusan dengan anggota Unit II, Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, lantaran merampok Ibu hamil, Suharni alias Arni (35), warga Desa Sungai Kedukan, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, hingga menyebabkan kerugian Rp 70 juta, Kamis (15/8).
“Kedua kaki tersangka terpaksa kita tembak, karena tersangka mencoba melawan saat kita lakukan pengembangan. Tersangka ini merupakan salah satu dari tiga perampokan yang bebekal senjata api. Dalam aksinya, terbilang sadis, dia tidak segan-segan melukai korbannya. Ketika diperiksa, tersangka pun mengakui kalau sudah memukul korbanny. Kini kami masih terus mengembangkan kasusnya,” kata Kasubdit III AKBP Yudhi Surhadi melalui Kanit 2 Kompol Bahtiar SH, Kamis (15/8).
Kejadian naas yang dialami korban bermula mengendarai sepeda motor bersama temannya, Neli Pikayanti setelah menghadiri acara arisan pada Rabu (19/6) sekitar pukul 12.00. Ditengah perjalanan, tepatnya di ujung Desa Tanah Lembak, tiga pelaku menghadang, dua pelaku menggunakan topeng dan satu pelaku lainnya menggunakan helm motor.
“Salah satu pelaku menodongkan senjata api laras pendek kepada korban. Tersangka Ujang yang dikenali korban, memaksa korban untuk turun dari sepeda motornya. Lalu, tersangka meletuskan senpira sebanyak dua kali ke arah atas dan satu kali ke arah bawah, tepatnya kaki korban. Setelah itu, tersangka merampas kalung dan kabur dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion, sementar dua pelaku lainnya membawa kabur Motor korban jenis Yamaha Nmax warna putih milik korban,” katanya.
Menurut pengakuan korban, uang Rp 70 juta yang disimpan dibawah jok motor, merupakan uang arisan dan dirinya baru saja nagih. Tak hanya itu, handphone dan sepeda motor juga dibawa kabur kawanan bandit jalanan ini, hingga kerugian dialami korban total sebesar Rp 115 juta.
Sementara, tersangka saat diwawancarai mengaku melancarkan aksinya dibantu temannya. Dengan menggunakan senjata api rakitan yang diperoleh dari temannya, berharap korban ketakutan dan mengikuti semua suruhannya.
“Iya, saat beraksi kami bertiga. Mula-mula kami hadang korban, lalu kami suruh turun. Setelah itu, saya letuskan tembakan ke arah atas dan bawah, jaraknyo sekitar satu meter dari korban berdiri. Hasilnya, kami bagi rata,”kata tersangka, sambil memegang kedua kakinya yang terluka.#osk

Beri komentar