Home » Berita » Muncul Istana di Tengah Rekonsiliasi Rusuh Papua - Trijaya FM Palembang

Muncul Istana di Tengah Rekonsiliasi Rusuh Papua

Jakarta – Bumi Cenderawasih telah memulihkan diri setelah sempat diwarnai aksi massa. Rekonsiliasi demi Papua damai dilakukan. Dalam suasana itu, muncul ide pembangunan Istana Kepresidenan di Papua.

Tokoh-tokoh Papua datang memenuhi undangan Presiden Joko Widodo. Para elite pemerintah pusat menyambut. Suasana khas Papua diperkuat oleh ikat kepala rumbai yang dikenakan orang-orang penting ini.

Semua berkumpul. Nampak Presiden Jokowi, Kepala BIN Budi Gunawan, Menko Polhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno, dan Menlu Retno LP Marsudi. Sebanyak 61 tokoh Papua dan Papua Barat hadir. Abisai Rollo, yang merupakan Ketua DPRD Kota Jayapura sekaligus Ondoafi (Kepala Suku) Skouw, masyarakat yang hidup di tapal batas RI (Jayapura)-Papua Nugini, tampil membacakan aspirasi masyarakat Papua di hadapan Jokowi.

Ada 10 poin aspirasi itu meliputi pemekaran, pembentukan badan urusan tanah Papua, soal pejabat, pembangunan asrama, revisi UU Otsus, hingga yang terakhir adalah soal membangun Istana Presiden RI di Papua.

“Yang ke-10, adalah membangun Istana Presiden Republik Indonesia di Papua, di Ibu Kota Provinsi Papua, di Kota Jayapura,” kata Abisai di depan Jokowi, di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (10/9/2019).

Dia ingat pesan yang pernah didengarnya dari Presiden Sukarno agar tidak bertanya soal apa yang diberikan negara kepada dirinya, tapi bertanyalah soal apa yang diberikan dirinya ke negara. Maka dirinya menyumbang 10 hektare lahan sebagai calon lokasi Istana Kepresidenan itu.

“Maka saya Abisai Rollo Ondoafi di perbatasan menyumbang kepada negara tanah 10 hektare untuk dibangun Istana Presiden Republik Indonesia, sehingga perjalanan Bapak Presiden ke Papua diubah dari berkunjung ke Papua menjadi berkantor di Papua,” ujar Abisai yang merupakan politikus Partai Golkar ini. Jokowi mengangguk.

Gayung bersambut. Bukan hanya disambut, tapi disambut dengan cepat. Jokowi terlebih dulu berbisik-bisik dengan Mensesneg Pratikno dan juga Menko Polhukam Wiranto. Setelah berbisik-bisik sekitar 30 detik, Presiden kemudian mengabulkan permintaan itu.

“Mulai tahun depan Istananya mulai dibangun,” ujar Jokowi yang disambut tepuk tangan 61 tokoh Papua yang hadir.

Usai itu, Abisai menjelaskan bakal memulai mengurus sekala kelengkapan sertifikat supaya lahan yang dia punyai segera bisa dibangunkan Istana. Dihubungi lebih lanjut, dia menjelaskan lokasi lahan calon Istana tak jauh dari pusat Kota Jayapura bila nanti Jembatan Holtekamp sudah bisa dilewati. Jembatan Holtekamp, atau sering disebut orang Jayapura dengan nama jembatan merah, akan diresmikan paling lama Oktober tahun ini.

“Bila Jembatan Holtekamp sudah diresmikan Pak Jokowi, maka dari (pusat kota) Jayapura ke lokasi Istana Presiden nanti hanya 10 sampai 15 menit,” kata Abisai Rollo .

Saat ini, lahan milik Abisai yang hendak dia berikan untuk dibangun Istana Kepresidenan masih kosong dari bangunan, masih berupa hutan. Menurutnya, lokasinya terlindung dari potensi bahaya, lagipula pastilah Istana Kepresidenan dijaga maksimal nantinya.

“Aman semua,” kata Abisai.

Namun demikian, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan, pihaknya belum mengetahui rencana tersebut. Maklum, ide tersebut baru saja diperdengarkan belum lama.

“Belum tahu, belum tahu saya ini kan baru lima menit yang lalu (diberitakan). Nanti kita cek, kita kumpulkan dulu informasinya,” ungkap Danis ketika dihubungi detikcom. Dia siap ditugaskan untuk membangun Istana di Papua.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengaku akan mengkajinya terlebih dahulu. Mengenai anggaran, Bambang mengaku bisa saja disiapkan pada anggaran tahun 2020. Saat ini, pemerintah masih membahas RAPBN 2020 dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dalam RAPBN 2020 tidak pernah ada usulan anggaran tersebut karena baru saja diminta.

“Nanti kita kaji dulu,” kata Bambang di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta

Beri komentar