Home » Berita » Puluhan Konsumen Dinar Properti Merugi, Kurator Tawarkan Opsi - Trijaya FM Palembang

Puluhan Konsumen Dinar Properti Merugi, Kurator Tawarkan Opsi

Palembang, BP

Puluhan konsumen tampaknya harus menelan kerugian akibat kapailitan Dinar Properti dari sebuah perumahan di kawasan Sukajadi Makmur, Banyuasin Sumatera Selatan.

Mereka tak menyangka, rumah yang dibeli secara cash ternyata bermasalah dari tanah diatas bangunan yang dibeli. Rona penuh harap dari puluhan konsumen pun tampak terlihat dari mereka saat mendengarkan penjelasan dari Kurator

Proses kepailitan Dinar Properti terus berjalan  diantaranya perumahan Sukajadi Makmur, Banyuasin, Sumatera Selatan. Puluhan konsumen yang merasa dirugikan oleh pengembang mempertanyakan nasib perumahannya kepada kurator M Arifudin SH yang ditunjuk oleh pihak Pengadilan.

Kurator yang ditunjuk pengadilan untuk menyelesaikan kepailitan Dinar Properti M. Arifudin, SH mengajukan opsi untuk mengurangi kerugian konsumen perumahan yakni penebusan dengan nilai pokok Bank dibagi dengan luas tanah adalah jalan tengah yang diberikan Kurator Pengadilan terhadap konsumen Perumahan Sukajadi Makmur, yang developernya telah dinyatakan Pailit oleh Pengadilan.

Hal itu dikatakan oleh M. Arifudin SH yang dalam hal ini ditunjuk sebagai Kurator oleh pengadilan dalam perkembangan Kepailitan Dinar Properti dihadapan perwakilan konsumen perumahan Sukajadi Makmur. 

“Penebusan dengan nilai pokok Bank dibagi dengan luas tanah itu solusi jalan tengah biar aset tidak hilang tapi memang akan membayar lagi tapi tidak full,” ungkapnya di Roca Cafe, Jumat (13/9).

Nilai tebus itu berdasarkan utang pokok dibagi luas tanah, maka keluarlah nilai 150 per meter nya, ditambah biaya – biaya tadi sekitar 20 sampai 30 juta perkaplingnya.

“Artinya kalau nilai tanah itu sekarang 100 juta jadi nilai tebusnya hanya 20%,”katanya. 

Menurut dia, ada yang luas tanah perkaplingnya 89 paling kecil dan 100 lebih ada yang 120 ada yang satu orang ambil 3 kapling tinggal di hitung saja.

Dalam sebuah kepailitian itu lanjut Arif, sebenarnya kalau kepailitan normal itu artinya seluruh aset di eksekusi kemudian hasilnya dibagikan ke kreditur tapi krediturpun ada struktur ada kreditur sparatis adalah pemegang jaminan, kemudian kreditur refren  yakni upah – upah buruh kalau ada atau pajak dan yang terakhir adalah kreditur kongkuren yang dalam hal ini konsumen yang tidak punya jaminan apa – apa. 

Sementara terkait sertifikat Perumahan Sukajadi makmur iti dijaminkan ke Bank artinya ketika itu jika di eksekusi hasil yang pertama kali adalah Bank.

“Jadi konsumen pun ketika tidak ada sisanya maka tidak akan dapat apa – apa. Jadi ketika mereka sudah bayar 90 juta, atau dalam jumlah lain,  itu akan hilang saja,”ungkap Dia. 

Maka kita pun dari kurator ada putusan pengadilan bahwa kepailitian ini dijalankan dengan going konsen artinya kurator bisa menjadi jalan tengah dan jalan tengah itu adalah penebusan. 

“Salah satu opsinya konsumen menambah sejumlah dana berdasarkan perhitungan harga tanah yang dijaminkan,”pungkasnya. 

Arifudin berpesan kepada para konsumen agar kejadian ini jangan sampai terulang lagi karena kurang selektif dalam membeli Perumahan.

“Kami ingin sampaikan bahwa dalam membeli perumahan, pastikan tanah rumah itu sudah AJB sehingga tak bermasalah dikemudian hari, jika perlu pastikan ke BPN, apakah sertifikat tanahnya sudah dipecah-pecah atau belum,”pungkasnya. #sug

Beri komentar