Home » Berita » Ironis, Kala Minim Perhatian, Wayang Palembang Justru Raih Penghargaan Kemendikbud - Trijaya FM Palembang

Ironis, Kala Minim Perhatian, Wayang Palembang Justru Raih Penghargaan Kemendikbud

Palembang, BP-‘Ironis, saat nasib wayang Palembang minim perhatian dari Pemerintah Kota Palembang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) justru memberikan Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni dan Tradisi dalam bidang dalang dan pembuat wayang kulit Palembang , untuk penghargaan dalam katagori pelestari kepada Kiagus Wirawan Rusdi.
Wirawan bersama 59 orang lainnya mendapatkan penghargaan
dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni dan Tradisi
Karena dianggap memiliki komitmen kuat terhadap pewarisan nilai-nilai kebudayaan, baik benda maupun tak benda di Pekan Kebudayaan Nasional, Istora Senayan, Jakarta, Kamis (10/10) malam.
Penyerahan anugerah kebudayaan dan penghargaan maestro seni dan tradisi ini diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.
Kiagus Wirawan Rusdi mengatakan, kalau penghargaan ini usulan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sumsel.
“Insya Allah kedepan akan giat lagi mengembangkan wayang Palembang, ada motivasi untuk maju ,” katanya.
Wirawan mengaku dia mendapatkan piagam penghargaan, uang dan PIN dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.
Sedangkan Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP) Vebri Al Lintani mengatakan, hanya Wirawan Rusdi yang mendapatkan penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy perwakilan Sumsel.
“ Wayang Palembang itu sudah hampir mati, kemudian oleh Wirawan juga meneruskan dari bapaknya makanya dia tergerak menghidupkan kembali wayang Palembang dengan terseok-seok, wajar dia diberi suport agar termotivasi, wajar dia mendapatkan penghargaan itu, karena satu-satunya dalang di Palembang Cuma Wirawan yang lain tidak ada lagi, sementara kita masih berpikir pewaris wayang Palembang yang hingga kini belum ada,” katanya.

Dia melihat di Palembang wayang Palembang tidak serius diperhatikan pemerintah namun actionnya tidak pernah nyata dan tidak sesuai omongan.
Sedangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, Tahun ini, jumlah alokasi untuk penerima Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi berjumlah 59 orang dari 8 kategori.

Kategori Gelar Tanda Kehormatan dari Presiden RI sebanyak 13 orang dengan rincian Bintang Mahaputera 2 orang, Bintang Budaya Parama Dharma 3 orang, dan Satyalancana Kebudayaan 8 orang. Kemudian kategori Pencipta dan Pelopor 10 orang, kategori Pelestari 10 orang, kategori anak dan remaja 5 orang, kategori maestro seni tradisi 5 orang, kategori pemerintah daerah 5 orang, kategori komunitas 7 orang, dan kategori perorangan asing 4 orang.

Muhadjir mengatakan, program apresiasi ini sebagai salah satu cara menginternalisasikan nilai budaya, diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat sekaligus meningkatkan motivasi generasi muda untuk lebih peduli terhadap pengembangan kebudayaan Indonesia.

“Dengan upaya kita yang serius ini tiap tahun paling tidak akan kita munculkan maestro-maestro yang selama ini berada di bawah permukaan itu kita angkat sehingga bisa memperkaya khasanah dan budaya serta tradisi di Indonesia,” ujarnya.

Adapun sasaran dari penganugerahan ini yaitu para budayawan senior ataupun sesepuh dan juga generasi muda yang menjadi talenta istimewa serta para maestro seni tradisional.

“Ini akan kita gali terus seni dan tradisi di daerah-daerah yang belum terangkat termasuk pelakunya dan ini harus segera secepatnya kita melakukan pendataan karena kebanyakan mereka sudah di penghujung usia. Terutama karya yang sifatnya sangat terikat dengan orangnya seperti tradisi lisan karena kalau orang tersebut meninggal itu akan punah dan ini harus berkejar kejaran dengan waktu,” ujar Muhadjir.

Pengenugerahan ini rencananya akan digelar setiap tahun melalui pekan kebudayaan nasional. “Setiap tahun kan gantian, memang tidak semua daerah memiliki gairah yang sama, ada yang bergairah ada juga yang tidak, tugas kita adalah menggairahkan mereka melalui event seperti ini termasuk pemberian penghragaan seperti ini,” kata Muhadjir Effendy.#osk

Beri komentar