Home » Berita » High Level Meeting dan Solusi Menekan Inflasi - Trijaya FM Palembang

High Level Meeting dan Solusi Menekan Inflasi

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan, Yunita Resmi Sari

Palembang – Inflasi yang sering kali terjadi saat mendekati hari-hari besar nasional seperti Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru, menjadi isu yang menarik untuk dibahas. Bukan hanya karena terjadi setiap tahun, tapi juga dibutuhkan kebijakan dari pemerintah pusat dan daerah.

Terkait kecenderungan kenaikan harga secara umum, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Selatan, Pemerintah Propinsi Sumatera Selatan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan, melakukan urun rembug dalam high level meeting pada Selasa (26/11) guna mengevaluasi dan juga mecari solusi menekan inflasi di Sumatera Selatan.

Ditemui usai kegiatan tersebut, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumsel, Yunita Resmi Sari, mengatakan high level meeting kali ini, fokus pada pengendalian inflasi yang dapat dilakukan melalui 4K, dengan upaya jangka pendek meliputi ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, koordinasi jalur distribusi komoditas strategis dan komunikasi yang efektif untuk menjaga ekspektasi masyarakat terhadap ketersediaan pasokan.

“Dalam jangka pendek kita (Bank Indonesia) menjaga agar inflasi di Sumsel tetap rendah dan terkendali. Selanjutnya, adalah menjaga kualitas dan untuk meng-update atau memperbaiki metode dan teknologi” ujar Yunita

“Mereka (petani) kekurangan informasi, wawasan dan wacana,” imbuh Yunita.

Penyuka grup musik Ace of Base ini menambahkan, Bank Indonesia kini memasukkan usulan untuk memanfaatkan Science Techno Park (STP) yang ada di Ogan Ilir (OI)

Menurut Yunita, program swasembada di masing-masing daerah di Sumsel, menjadi dorongan bagi pemerintah untuk meningkatkan produksi dari dalam negeri, khususnya produksi dari dalam Provinsi Sumsel itu sendiri. Hal ini menjadi penting karena hampir semua komoditi yang menyebabkan inflasi bisa dihasilkan di Sumsel.

“Untuk menjamin ketersediaan pasokan,  di setiap daerah didorong untuk swasembada, untuk berproduksi,” ujar Yunita. “Karena Sumsel berpotensi untuk menghasilkan semua komoditas yang selama ini secara historis menyebabkan inflasi di Sumsel”, sambung Yunita.

Bank Indonesia mulai berupaya mengembangkan best practices atau praktik-praktik terbaik untuk pengembangan komoditas inflasi di STP tadi.

“Bila praktik terbaiknya terbukti bagus, nanti kita (BI) akan serahkan ke pemerintah daerah terkait yang (komiditasnya) cocok dengan daerahnya,” ujar Yunita.

Masih terkait inflasi, Yunita menambahkan penanganan yang tepat terkait inflasi sangat dibutuhkan, terlebih karena inflasi memiliki korelasi dengan kemiskinan.

“Ini sangat penting. Inflasi itu korelasinya sangat tinggi dengan kemiskinan” ujar Yunita.

“Jika kita bisa mengendalikan inflasi, this is not only because Bank Indonesia bertugas mengawal inflasi – karena dengan inflasi yang rendah, kemiskinan bisa ditekan. Itu sudah terbukti secara empiris”, imbuh Yunita.

Yap, selaku wakil ketua dari tim pengendali inflasi daerah (TPID) Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan diharapkan mampu membuat langkah-langkah konkrit dalam rangka penyelesaian hambatan dan permasalahan pengendalian inflasi pada tingkat provinsi serta melakukan upaya untuk memperkuat sistem logistik pada tingkat provinsi. Semoga saja.

(Julian/LZ)

Beri komentar