Home » Berita » Peringatan Hari Pahlawan di Museum dr Ak Gani Dengan Ritual Seni - Trijaya FM Palembang

Peringatan Hari Pahlawan di Museum dr Ak Gani Dengan Ritual Seni

Palembang, BP–Memperingati Hari Pahlawan tahun 2019, Museum Pahlawan Nasional dr AK Gani bekerja sama dengan Yayasan Tandipulau menyelenggarakan Ritual Seni bertema ‘Dengan 10 November, Kita Kibarkan Semangat Juang Kepahlawanan Untuk Pertiwi’, Minggu (10/11), di Museum Pahlawan Nasional dr AK Gani di Jalan MP Mangkunegara Nomor 1, Kecamatan Sako, Palembang.
Acara tersebut berlangsung khidmat diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan lagu Mengheningkan Cipta.
Ketua Yayasan Tandipulau yang juga seniman dan budayawan Sumsel, Erwan Suryanegara, mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Perlu ada kajian keberadaan AK Gani ini dari berbagai sudut pandang, kalau saya istilahkan itu ‘membaca AK Gani’, sehingga dengan kajian membaca AK Gani itu akan kita upayakan mengkaji dari berbagai lini sudut pandang seorang pahlawan nasional AK Gani,” katanya.
Menurut Erwan banyak hal lain dari ketokohan dr AK Gani ini yang belum diketahui oleh masyarakat yaitu beliau seorang artis, seorang aktor, seorang seniman yang menciptakan sajak-sajak, puisi, sastra dan beberapa hal lain yang akan dibaca dari arsip yang ada dari data di Musuem dr AK Gani di mana setelah dikaji akan diseminarkan.
“Bahkan menurut Yuk Yanti (Priyanti Gani) selaku ahli waris dr Ak Gani, seminar itu akan berjenjang mulai dari lokal, nasional dan bahkan internasional, karena ketokohan AK Gani ini bukan hanya dikenal di Indonesia namun juga dikenal di internasional,” katanya.
Pihaknya berharap kedepan masyarakat dan pemerintah menjadi perhatian akan keberadaan museum dr AK Gani ini yang dikelola secara mandiri oleh keluarga dalam rangka melestarikan jiwa kepahlawanan dari seorang dr AK Gani.
Dalam kesempatan tersebut legenda penari nasional Hj Anna Kumari yang hadir dalam acara tersebut yang juga sebagai teman dari Ibu Masturah dr AK Gani berkesempatan membaca sajak berjudul Dr Adenan Kapau Gani, Pahlawan Nasional.
Anna Kumari yang telah berusia 74 tahun, menyebut Mayjen dr. AK Gani sebagai sosok yang serba bisa dalam banyak bidang, Mayjen dr. AK Gani merupakan sahabat ayahnya yakni Mayor AR Amatjik Rozak semasa perjuangan pra dan pasca kemerdekaan di Sumatera bagian Selatan.
Selain Anna Kumari, Sultan Mahmud Badaruddin IV Djaya Wikramo, Rm Fauwaz Diraja SH Mkn selaku pewaris Kesultanan Palembang ikut membacakan Puisi yang berjudul “Kita Indonesia” yang ternyata puisi tersebut dibuat sendiri oleh SMB IV, Djayo Wikramo, RM Fauwaz Diraja SH Mkn.
Selain itu secara bergantian pembacaan puisi dibacakan oleh Ketua Yayasan Tandipulau yang juga seniman dan budayawan Sumsel,Erwan Suryanegara dan seniman dan budayawan yang lainnya.
Sultan Mahmud Badaruddin IV Djaya Wikramo, RM Fauwaz Diraja SH Mkn mengatakan, kegiatan ini dinilainya positip dan menunjukkan hari Pahlawan dengan memberikan edukasi tentang Kepahlawanan dan memperhatikan tentang peninggalan pahlawan tersebut dan jangan sampai hilang telan massa dan waktunya.
“Generasi Muda diharapkan selalu menghargai jasa-jasa para pahlawan. Memperingati dan mengenang dan kebaikan pahlawan harus kita ikuti,” katanya.
Sementara Wakil Kepala Museum Mayjen dr. AK Gani, Husein Bastari, mengatakan ritual seni dan pembacaan puisi tersebut baru dilangsungkan pertama kali pada tahun ini seiring upaya para pegiat sejarah setempat untuk meneguhkan kembali eksistensi jasa-jasa Mayjen dr. AK Gani.
“Kegiatan ini merupakan inisiatif dari komunitas pegiat sejarah, tentu kami sangat senang karena di tengah ketidak kenalan masyarakat tentang Mayjen dr. AK Gani ternyata masih ada yang mau mengangkat namanya kembali,” katanya.
Mayjen dr. AK Gani menurutnya merupakan sosok luar biasa, meski dikenal sebagai seorang dokter namun keahliannya di bidang politik, militer, seni, pemerintahan dan ekonominya diakui dalam sejarah Indonesia serta memiliki andil besar pada terbentuknya provinsi-provinsi di Pulau Sumatera.
Ak Gani lahir di Palembayan Sumatera Barat pada 16 September 1905 dan meninggal di Palembang pada 23 Desember 1968 (63 tahun), jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Bukit Seguntang Palembang.
Mayjen dr. AK Gani menjadi orang pertama yang mengibarkan bendera merah putih dan membacakan teks proklamasi di Kota Palembang, ia baru diberikan gelar Pahlawan Nasional pada 2007 masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Jabatan tertingginya yakni menjadi Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Kemakmuran pada Kabinet Amir Sjarifudin I pada 1946 – 1948.
Saat ini namanya populer sabagai nama ruas jalan di berbagai daerah dan diabadikan menjadi nama rumah sakit militer Kesdam II Sriwijaya di Benteng Kuto Besak Palembang, sebab ia juga yang pertama kali menjadi Pangdam II Sriwijaya sekaligus Gubernur Sumsel pada 1949.#osk

Beri komentar